Syarat masuk kowad adalah salah satu topik yang paling banyak dicari calon taruni TNI AD yang serius ingin berkarier sebagai prajurit wanita.
Di tengah ramainya seleksi CASN dan rekrutmen BUMN, banyak siswi SMA/SMK yang mulai membandingkan: lebih pilih jalur ASN sipil, BUMN, atau mengabdi lewat TNI, khususnya Korps Wanita Angkatan Darat.
Memahami sejak awal apa saja syarat administratif, kesehatan, usia, pendidikan, hingga proses tes fisik akan membantu kamu menyusun strategi dari kelas XI atau XII, bukan mendadak menjelang pendaftaran.
Dalam rekrutmen militer, berbeda dengan seleksi CASN atau BUMN yang lebih menonjolkan tes CAT dan psikotes, proses masuk Kowad jauh lebih ketat dari sisi medis, psikologis, serta ketahanan fisik.
Ada ketentuan umur yang presisi hingga hitungan bulan, batasan seperti tidak boleh berkacamata, tidak boleh bertato, dan komitmen ikatan dinas hingga 10 tahun.
Artikel ini akan mengurai secara teknis dan sistematis seluruh syarat masuk Kowad berdasarkan ketentuan terkini, dilengkapi tips praktis agar kamu bisa mempersiapkan diri minimal 6 sampai 12 bulan sebelum dibukanya pendaftaran.
Apa Itu Kowad dan Mengapa Syaratnya Cukup Ketat?

Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) adalah korps khusus prajurit wanita di TNI AD yang dibentuk sebagai wujud kehadiran perempuan dalam dunia militer. Walaupun banyak yang mengira tugas Kowad identik dengan pekerjaan administrasi, kenyataannya peran mereka cukup luas, terutama dalam:
- Misi kemanusiaan, seperti evakuasi dan bantuan korban bencana.
- Operasi bantuan kemanusiaan internasional.
- Penanganan kekerasan berbasis gender dan anak.
- Tugas-tugas non tempur yang tetap menuntut disiplin dan kesiapan militer penuh.
Secara historis, pembentukan Kowad terinspirasi dari perjuangan pahlawan perempuan Indonesia. Hari jadi Kowad diperingati setiap 22 Desember, bertepatan dengan Hari Ibu. Ini menunjukkan bahwa negara mengakui kontribusi perempuan bukan hanya di bidang sosial dan keluarga, tetapi juga di bidang pertahanan.
Karena statusnya prajurit TNI penuh, bukan staf sipil, wajar bila syarat masuk Kowad dirancang ketat. Setiap calon taruni dianggap akan memegang senjata negara, menjalankan perintah dinas, dan siap ditempatkan di mana saja dalam kondisi apapun. Di sinilah bedanya dengan seleksi CASN dan BUMN: jika di CASN gagal kesehatan ringan masih bisa dialihkan ke formasi lain, di TNI AD standar medis sangat tegas. Sedikit kelainan bisa menjadi faktor gugur karena berkaitan dengan keselamatan tugas.
Untuk kamu yang baru kelas XI atau XII, memahami karakter seleksi ini sejak sekarang akan memberikan keunggulan taktis: kamu bisa menyiapkan nilai rapor, kesehatan mata, berat badan, hingga daya tahan fisik dalam jangka waktu yang cukup, bukan instan.
Baca Juga : Soal Litpers TNI AD Bikin Gugur ? Kuasai Pola Ini!
Syarat Masuk Kowad: Umum dan Khusus yang Harus Kamu Pahami

Bagian ini akan membahas secara runut dua kelompok besar syarat masuk Kowad, yaitu persyaratan umum yang berlaku untuk semua calon prajurit TNI AD, dan persyaratan khusus yang spesifik untuk wanita calon Kowad.
1. Persyaratan Umum Calon Kowad
Mengingat banyaknya poin dalam persyaratan umum, berikut adalah rinciannya yang dibagi berdasarkan aspek kewarganegaraan, hukum, hingga kesiapan fisik.
Kewarganegaraan dan Ideologi
- Warga Negara Indonesia (WNI): Hanya WNI yang berhak mendaftar. Ini sejalan dengan prinsip bahwa prajurit TNI adalah pembela kedaulatan negara. Jika kamu memiliki kewarganegaraan ganda, pastikan status WNI-mu sudah jelas secara administrasi sebelum mendaftar.
- Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa: Walaupun terdengar normatif, poin ini berkaitan dengan sikap moral dan integritas yang akan dinilai dalam tes mental ideologi. Sikap, cara berbicara, hingga rekam jejak di lingkungan akan diperhatikan saat pantukhir.
- Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945: Ini menyangkut loyalitas terhadap negara, bukan kepada kelompok, organisasi, atau ideologi lain. Dalam tes mental ideologi, kamu akan diuji wawasan kebangsaan, pemahaman sejarah, dan sikap terhadap Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945.
Hukum dan Penempatan
- Tidak memiliki catatan kriminalitas dari Polri: Kamu akan diminta melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Riwayat kasus pidana menjadi salah satu faktor gugur. Bahkan, keterlibatan dalam geng motor anarkis atau organisasi terlarang bisa menjadi bahan pertimbangan.
- Tidak kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan tetap: Artinya kamu tidak pernah dijatuhi hukuman yang mencabut hakmu untuk menjadi anggota TNI/Polri. Poin ini lebih sering relevan bagi pendaftar ulang atau mereka yang sebelumnya pernah tersangkut kasus hukum.
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI: Ketika lulus, kamu tidak bisa memilih hanya ditempatkan dekat rumah. Penugasan dapat berada di wilayah perbatasan, daerah rawan bencana, atau satuan-satuan strategis di seluruh Indonesia. Sikap siap ditempatkan di mana pun menjadi bagian dari sumpah prajurit.
Kesehatan dan Kesiapan Tes
- Sehat jasmani dan rohani, tidak berkacamata: Inilah salah satu syarat masuk Kowad yang paling sering membuat calon ragu. Standar kesehatan militer berbeda dengan standar kesehatan umum.
- Penglihatan: biasanya disyaratkan tidak menggunakan kacamata, yang berarti ketajaman penglihatanmu harus memenuhi baku minimal tanpa alat bantu.
- Kesehatan umum: tidak ada penyakit berat seperti jantung, paru kronis, epilepsi, asma berat, skoliosis berat, dan lain-lain.
- Kesehatan jiwa: tidak ada gangguan psikotik, depresi berat, atau riwayat gangguan kejiwaan lain yang dinilai mengganggu kedinasan.
- Siap mengikuti rangkaian tes ketat: Syarat masuk Kowad bukan hanya administratif. Kamu harus lolos tes administrasi, tes kesehatan tahap 1 dan 2, tes jasmani (lari, push up, sit up, shuttle run, renang), tes psikologi, tes mental ideologi, dan pantukhir (pantauan akhir). Semua tahapan ini diseleksi berlapis dari tingkat daerah hingga pusat. Artinya, sedikit saja nilaimu jauh di bawah standar, peluangmu menyusut signifikan dibanding pesaing di daerah lain.
2. Persyaratan Khusus untuk Wanita Calon Kowad
Persyaratan khusus ini menyangkut kualifikasi pendidikan, status pernikahan, hingga standar fisik yang wajib dipenuhi oleh pelamar wanita.
Kualifikasi Pendidikan dan Status Dasar
- Berjenis kelamin wanita dan bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI: Jalur ini murni untuk sipil yang belum pernah menjadi prajurit TNI, Polri, atau PNS TNI. Jika kamu sudah menjadi anggota Polri atau TNI matra lain, biasanya jalurnya berbeda dan diatur melalui mekanisme internal.
- Pendidikan (Minimal SMA/MA/SMK):
- Sekolah harus terakreditasi, baik negeri maupun swasta.
- Ijazah luar negeri wajib disetarakan dan disahkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Umumnya terdapat ketentuan nilai rata-rata minimal yang mencakup mata pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Untuk informasi spesifik tahun 2026, kamu harus memantau pengumuman resmi karena angka minimal bisa berubah mengikuti kebijakan rekrutmen TNI AD. Di sinilah keunggulanmu bisa dibangun sejak kelas X: jaga nilai rapor secara konsisten, terutama mata pelajaran yang sering dijadikan patokan.
Ketentuan Usia dan Pernikahan
- Status menikah: Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama 2 tahun setelah pendidikan pertama. Ini salah satu syarat masuk Kowad yang penting dan tidak bisa ditawar. Alasan utamanya adalah pendidikan pertama sangat intensif, baik fisik maupun mental, serta pada awal kedinasan, kamu akan banyak menjalani masa penyesuaian, latihan, dan tugas awal. Bila kamu berencana menikah dalam waktu dekat, perlu pengaturan ulang rencana hidup jika tetap ingin mengambil jalur Kowad.
- Usia: 17 tahun 9–10 bulan hingga maksimal 22 tahun saat pembukaan pendidikan pertama. Perhatikan detailnya, bukan hanya angka 17 atau 22:
- Minimal: sekitar 17 tahun 9 atau 10 bulan saat pembukaan pendidikan, bukan hanya saat pendaftaran online.
- Maksimal: 22 tahun.
- Karena ada variasi kecil tiap tahun, kamu wajib memantau pengumuman resmi rekrutmen TNI AD untuk tahun 2026. Dari sisi strategi, jika kamu sekarang kelas XII dan berusia 17 tahun, kamu masih punya beberapa gelombang kesempatan. Namun, jika sudah 21 tahun, ruang waktumu sangat sempit dan sebaiknya segera mempersiapkan berkas dan fisik.
Izin, Komitmen, dan Standar Fisik
1. Persetujuan Orang Tua dan Wali
Kamu perlu persetujuan tertulis dari orang tua atau wali, yang sering kali harus disertai legalisasi dari kecamatan jika menggunakan wali. Mengapa ini penting? Karena dunia militer memiliki risiko kerja yang cukup tinggi. Negara ingin memastikan bahwa keluarga memahami konsekuensi yang ada dan sepenuhnya mendukung pilihan kariermu.
2. Ketentuan Tato dan Tindik
Syarat masuk Kowad mengharuskan tubuh bersih, artinya tidak memiliki tato atau bekas tato, serta tidak memiliki tindik atau bekas tindik selain di telinga (pada posisi yang wajar bagi wanita).
Pengecualian hanya berlaku bila tindik atau tanda di tubuh terkait praktik agama atau adat tertentu. Namun, hal ini akan dinilai secara sangat ketat oleh dokter militer. Jika saat ini kamu memiliki tato kecil, sangat mungkin ini menjadi penyebab gugur dalam tes kesehatan. Perlu diingat, menghapus tato tidak selalu menjamin kelulusan karena bekas luka penghapusan pun akan tetap dinilai.
3. Komitmen Ikatan Dinas Pertama (IDP)
Ini adalah komitmen jangka panjang. Setelah lulus pendidikan dan diangkat menjadi prajurit, kamu terikat minimal 10 tahun menjalani dinas aktif.
Kamu tidak bisa berhenti secara sepihak layaknya resign dari perusahaan swasta, karena proses pengunduran diri di TNI memiliki regulasi yang sangat ketat. Bagi kamu yang terbiasa berpikir ingin “mencoba dulu”, poin ini perlu dipertimbangkan dengan matang.
4. Integritas Seleksi (Anti-KKN)
TNI AD menerapkan prinsip bebas praktik KKN dan larangan mengintervensi panitia. Semua bentuk suap, titipan pejabat, pemalsuan dokumen, atau manipulasi data kesehatan tidak hanya akan menggugurkanmu dari seleksi, tetapi juga berisiko hukum. Pelanggaran KKN dapat mengakibatkan pembatalan kelulusan, bahkan jika pendidikan sudah berjalan.
5. Standar Tinggi Badan dan Postur
Meskipun angka pasti dapat berubah sesuai kebijakan tahunan, patokan aman untuk tahun 2026 adalah tinggi badan minimal 158 cm dengan berat badan proporsional (tidak obesitas dan tidak terlalu kurus).
Postur tubuh harus tegap dan tidak memiliki kelainan tulang yang signifikan, seperti skoliosis berat atau kaki X/O yang parah. Jika kamu masih duduk di bangku SMP atau awal SMA, perbaikan nutrisi dan olahraga teratur dapat membantu mengoptimalkan tinggi badan, meskipun faktor genetik tetap memegang peran dominan.
Baca Juga : Apa saja tes Tamtama TNI AD yang bikin gugur diam-diam?
Proses Seleksi Masuk Kowad: Dari Pendaftaran hingga Pantukhir
Berikut adalah tahapan seleksi yang harus kamu lalui secara berurutan.
1. Pendaftaran Online dan Verifikasi Administrasi
Rekrutmen Kowad dibuka secara periodik melalui situs resmi rekrutmen TNI AD, yang pada beberapa tahun terakhir menggunakan alamat ad.rekrutmen-tni.mil.id. Pola umumnya sebagai berikut:
- Membuat akun dan mengisi data online: Kamu harus menyiapkan data diri lengkap: NIK, NISN, alamat, riwayat pendidikan, tinggi badan, berat badan, dan lain-lain. Pengisian data harus jujur dan akurat. Data akan diverifikasi ulang pada tahapan berikutnya.
- Mengunggah dokumen pendukung: Biasanya meliputi scan ijazah atau surat keterangan lulus, rapor SMA/SMK/MA, KTP atau kartu pelajar, KK, akta kelahiran, dan pas foto dengan ketentuan khusus. Kualitas scan dan kerapian sangat penting. Kesalahan kecil seperti nama berbeda antara ijazah dan KTP bisa memperlambat proses.
- Cetak formulir dan pemanggilan verifikasi: Setelah mendaftar online, kamu akan diarahkan untuk mencetak bukti pendaftaran dan datang ke tempat yang ditentukan (Ajendam/Kodam atau Korem/Kodim tertentu) untuk verifikasi berkas fisik.
2. Tes Administrasi dan Kesehatan Tahap 1
Pada tahap ini, panitia akan memeriksa kesesuaian semua dokumen asli dengan data yang kamu isi secara online serta mengecek keabsahan ijazah dan nilai. Selain itu, dilakukan screening awal kesehatan, seperti tinggi badan, berat badan, tekanan darah, dan beberapa pemeriksaan dasar lain. Jika terdapat ketidaksesuaian data penting atau dokumen palsu, kamu bisa langsung dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).
3. Tes Kesehatan Tahap Lengkap
Tes kesehatan di TNI AD sangat rinci. Banyak calon yang gugur pada tahap ini karena menganggap remeh kesehatan gigi, postur, atau kebugaran umum. Beberapa aspek yang umumnya dinilai meliputi:
- Pemeriksaan umum: jantung, paru, tekanan darah, organ dalam.
- Pemeriksaan mata: ketajaman penglihatan, buta warna, kelainan mata lain.
- Pemeriksaan THT: telinga, hidung, tenggorokan.
- Pemeriksaan gigi: susunan gigi, karies berat, dan kondisi rahang.
- Pemeriksaan tulang dan postur: bentuk tulang belakang, kaki, kelainan ortopedi.
- Pemeriksaan laboratorium: darah, urine, dan bila diperlukan pemeriksaan tambahan.
- Pemeriksaan kesehatan reproduksi wanita: dilakukan oleh tenaga medis berkompeten dan perempuan bila memungkinkan.
4. Tes Jasmani (Fisik)
Tes jasmani adalah salah satu faktor penentu karena mencerminkan kesiapan fisik dasar. Perlu ditekankan, kemampuan fisik tidak bisa dibangun instan dalam 1 atau 2 bulan. Idealnya, persiapan dilakukan setidaknya 6 sampai 12 bulan sebelum seleksi.
- Lari: biasanya menggunakan standar 12 menit, dengan target jarak minimal tertentu.
- Push up dan sit up: diukur dalam 1 menit, dengan target jumlah repetisi. Untuk wanita, standar biasanya sedikit berbeda dengan pria, tetapi tetap menuntut kekuatan inti dan lengan yang baik.
- Shuttle run: menguji kecepatan dan kelincahan.
- Renang: sering kali menggunakan jarak 25 atau 50 meter, dinilai dari waktu dan teknik dasar.
5. Tes Psikologi dan Mental Ideologi
Berbeda dengan psikotes di CASN atau BUMN yang mayoritas berbasis CAT dan tes kognitif, tes psikologi masuk TNI menyasar aspek stabilitas emosi, daya tahan terhadap tekanan, kecenderungan agresi, kemampuan kerja sama tim, dan kepemimpinan dasar. Tes bisa berupa kombinasi tes tertulis, wawancara, dan observasi kelompok.
Di sisi lain, tes mental ideologi menilai sikap terhadap Pancasila dan NKRI, pemahaman sejarah bangsa, keterlibatan dalam organisasi terlarang, serta kedisiplinan (termasuk kebiasaan sehari-hari). Di sini, cara kamu menjawab, bahasa tubuh, hingga konsistensi cerita akan sangat diperhatikan.
6. Pantukhir (Pantauan Akhir)
Pantukhir adalah forum penentuan akhir kelulusan. Di tahap ini, para perwira penentu akan melihat seluruh nilai dari tiap tahapan tes, kondisi fisik dan penampilan umum, serta cara berbicara, sikap, dan kepercayaan diri. Tidak jarang, dua calon dengan nilai yang hampir sama akan dibedakan kelulusannya pada pantukhir berdasarkan penilaian keseluruhan kepribadian dan potensinya sebagai prajurit.
Strategi Persiapan Masuk Kowad 2026: Dari Sekarang, Bukan Nanti
Agar peluang lolos semakin besar, berikut langkah strategis yang bisa kamu lakukan.
1. Hitung Ulang Usia dan Rencana Waktu
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah menghitung usia secara cermat. Catat tanggal lahirmu dan bandingkan dengan estimasi pembukaan pendidikan pertama (misalnya pertengahan atau akhir tahun 2026). Pastikan pada waktu tersebut usiamu masih dalam rentang 17 tahun 9–10 bulan sampai 22 tahun.
Jika saat ini kamu hampir 22 tahun, kamu tidak punya banyak ruang untuk menunda. Fokuskan persiapan ke kesehatan, kebugaran fisik, dan kelengkapan administrasi secepat mungkin.
2. Amankan Nilai Rapormu Sejak Sekarang
Karena ada ketentuan nilai rata-rata minimal untuk mata pelajaran seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, jangan menunggu sampai kelas XII semester akhir untuk memperbaiki nilai.
- Jika kamu masih kelas X atau XI, usahakan nilai di tiga mata pelajaran itu stabil tinggi.
- Ikuti bimbingan belajar jika perlu untuk menguatkan logika matematika dan kemampuan bahasa.
- Biasakan membaca berita nasional dan buku sejarah agar bahan tes wawasan kebangsaan tidak terasa asing.
- Nilai akademik yang kuat akan membantu menyaring pesaing lebih cepat, terutama saat seleksi administrasi dan verifikasi ijazah.
3. Mulai Program Latihan Fisik Terstruktur
Syarat masuk Kowad pada sisi fisik tidak bisa dilompati. Susun program minimal:
- Lari: Awali dengan 3 kali seminggu, durasi 20–30 menit. Secara bertahap tingkatkan hingga mampu berlari 12 menit tanpa henti dengan kecepatan yang memadai.
- Push up dan sit up: Mulai dari kemampuan yang kamu miliki saat ini, misalnya 10 kali per set. Tingkatkan perlahan hingga kamu nyaman melakukan 30–40 repetisi dalam 1 menit.
- Renang: Jika belum bisa berenang, segera ambil kursus renang dasar. Latih kepercayaan diri di air dan kemampuan menyelesaikan jarak minimal dengan teknik yang aman.
- Catatan: Jangan lupa istirahat cukup dan jaga pola makan seimbang supaya tubuh beradaptasi, bukan justru cedera.
4. Jaga Kesehatan Mata dan Postur Tubuh
Karena tidak boleh berkacamata, jagalah kesehatan mata sejak dini. Kurangi penggunaan gawai dalam jarak sangat dekat dan waktu terlalu lama, serta pastikan pencahayaan cukup saat membaca atau belajar. Periksa mata secara berkala, terutama jika mulai merasa cepat lelah atau buram.
Untuk postur, hindari kebiasaan duduk membungkuk. Latih otot punggung dan perut dengan plank, back extension, dan latihan ringan lain. Jika merasa punya keluhan punggung atau kaki, periksakan ke dokter lebih awal, bukan menunggu menjelang seleksi.
5. Rapikan Administrasi Keluarga dan Identitas Diri
Masalah administratif sering muncul dari perbedaan penulisan nama di akta lahir, KTP, dan ijazah, NIK bermasalah, atau ijazah yang belum dilegalisasi. Sejak sekarang, cek semua dokumen identitasmu. Jika ada perbedaan nama atau tanggal lahir, segera konsultasi ke Disdukcapil atau sekolah. Bagi lulusan sekolah luar negeri, proses penyetaraan ijazah sebelum jadwal pendaftaran adalah langkah krusial.
6. Bangun Mentalitas dan Motivasi yang Tepat
Syarat masuk Kowad bukan hanya soal fisik dan nilai, tetapi juga mentalitas. Pahami bahwa kehidupan prajurit berbeda dengan pekerjaan kantoran. Jam kerja tidak standar, siap penugasan mendadak, dan terikat disiplin militer. Pertajam motivasi mengabdi, bukan sekadar mengejar gaji tetap atau status. Motivasi ini akan tampak jelas saat wawancara psikologi dan mental ideologi. Jauhkan diri dari gaya hidup berisiko, seperti pergaulan bebas, konsumsi alkohol, atau konten negatif yang dapat merusak reputasi pribadi.
Masuk Kowad bukanlah perjalanan singkat dan mudah, tetapi sangat mungkin dicapai jika kamu memahami syarat masuk Kowad secara teknis dan menyiapkan diri dengan disiplin. Mulai dari memastikan usia dan ijazahmu memenuhi ketentuan, menjaga kesehatan mata dan tubuh, melatih fisik sejak jauh hari, hingga menguatkan mental kebangsaan, semua adalah investasi jangka panjang untuk karier militermu.
Di tengah banyaknya pilihan seperti seleksi CASN dan BUMN, memilih jalur Kowad berarti memilih jalur pengabdian dengan tingkat tanggung jawab dan risiko yang tinggi, tetapi juga kehormatan yang besar. Jika hatimu mantap, gunakan sisa waktu menuju 2026 untuk berlatih lebih keras dan belajar lebih serius dibanding calon lain. Ingat, ribuan orang berminat, tetapi hanya ratusan yang akan berdiri gagah mengenakan baret dan seragam hijau.
Kamu mungkin sekarang masih berada di bangku SMA atau baru lulus, tetapi keputusan dan latihanmu hari ini akan menentukan apakah beberapa tahun lagi kamu akan dipanggil dengan sebutan prajurit Kowad. Jangan menunggu sempurna untuk memulai, mulai saja dengan langkah yang ada hari ini, lalu tingkatkan standar dirimu sedikit demi sedikit. Indonesia selalu membutuhkan prajurit wanita yang cerdas, tangguh, dan berintegritas, dan salah satunya bisa saja adalah kamu.
Sumber Referensi
- BINTANGBANGSA.COM – Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Jika Ingin Masuk Kowad
- MEDIAINDONESIA.COM – Persyaratan dan Proses Pendaftaran Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad)
- SINDONEWS.COM – Ingin Masuk Kowad? Begini Persyaratannya
- SMADWIWARNA.SCH.ID – Syarat Masuk TNI AD Wanita
- CASISPOLRI.ID – Wajib Tahu, Persyaratan Masuk Kowad Pasukan TNI AD Wanita di Indonesia
Program Premium Jadi Prajurit 2025
🚨MAU LOLOS TNI 2025?🚨Bisa Lolos TNI 2025 Hanya di Sini Aja Aplikasi JadiPrajurit Bimbel Tes Psikologi, Akademik & Litpers.


📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiPRAJURIT: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELTNI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiPrajurit karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal TNI 2025!!!
- Dapatkan ribuan soal TNI 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi TNI 2025 (Update)
- Ratusan Latsol TNI 2025 (Update)
- Puluhan paket Simulasi Tes TNI
- dan masih banyak lagi yang lainnya