Tes Jasmani TNI 2026 Apa Saja? Cek Lari hingga Renang

Tes jasmani TNI pada seleksi 2026 umumnya menguji daya tahan, kekuatan otot, kelincahan, dan kemampuan berenang. Publikasi resmi TNI AU dan TNI AL mencatat materi berupa lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, serta renang. Rincian tes dapat berbeda menurut matra dan jalur penerimaan. Karena itu, peserta perlu mengikuti ketentuan panitia pada seleksi yang didaftarkan, terutama untuk standar nilai dan teknis pelaksanaannya. Tes Jasmani TNI 2026 Apa Saja? Dalam seleksi calon prajurit, tes kesamaptaan jasmani umumnya dibagi menjadi Samapta A dan Samapta B. Pada beberapa seleksi, renang juga disebut sebagai Samapta C atau tes ketangkasan renang. Materi Yang Diukur Lari 12 menit Daya tahan fisik Pull-up Kekuatan tubuh bagian atas Sit-up Daya tahan otot perut Push-up Kekuatan dan daya tahan tubuh bagian atas Shuttle run Kelincahan dan koordinasi Renang Kemampuan dasar dan ketahanan di air Pada seleksi Bintara TNI AU 2026, seluruh rangkaian tersebut digunakan untuk mengukur kesiapan fisik calon sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Baca Juga: Syarat Masuk Bintara TNI AD 2027 Cek Umur, Tinggi, Nilai, dan Jadwal Samapta A Menguji Lari 12 Menit Samapta A berupa lari selama 12 menit. Tes ini digunakan untuk mengukur daya tahan fisik peserta. Dalam seleksi Bintara PK TNI AU Gelombang III 2026 di Natuna, lari 12 menit menjadi bagian awal dari rangkaian uji kesamaptaan. Peserta berusaha menempuh jarak sesuai kemampuan selama waktu yang telah ditentukan. Penilaian akhir mengikuti standar resmi panitia seleksi. Samapta B Menguji Kekuatan dan Kelincahan Samapta B terdiri dari beberapa materi: Publikasi TNI AU menjelaskan rangkaian tersebut digunakan untuk mengukur kekuatan, daya tahan otot, kelincahan, dan koordinasi gerak. Shuttle run dilakukan untuk menguji kemampuan bergerak cepat dan mengubah arah, sedangkan pull-up, sit-up, dan push-up lebih menekankan kemampuan otot tubuh. Baca Juga: Tugas Bintara TNI AD Apa Saja? Ini Peran di Satuan, Lapangan, dan Teritorial Tes Renang Juga Masuk Seleksi Jasmani Renang menjadi bagian tes jasmani pada sejumlah jalur penerimaan TNI. Pada seleksi Bintara TNI AU 2026 di Lanud Raden Sadjad, Samapta C berupa renang 50 meter. Tes ini digunakan untuk menilai kemampuan renang dasar dan ketahanan fisik calon prajurit. TNI AL pada seleksi Bintara PK Gelombang III 2026 juga mencantumkan renang dalam rangkaian tes kesamaptaan jasmani. Untuk seleksi Pa PK TNI 2026, materi yang dipublikasikan juga mencakup tes ketangkasan renang. Apakah Tes Jasmani TNI AD, AL, dan AU Sama? Komponen dasarnya dapat mirip, tetapi rincian seleksi tidak selalu identik. Contoh publikasi resmi 2026: Seleksi Materi yang Dipublikasikan Bintara TNI AU Lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, renang Tamtama TNI AU Samapta A, B, dan C Bintara TNI AL Lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, renang Taruna Akademi TNI Lari 12 menit, pull-up, push-up, sit-up, shuttle run, renang Pa PK TNI Lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, postur, renang Sementara portal penerimaan TNI AD terbaru mencantumkan jasmani sebagai salah satu pemeriksaan wajib bersama administrasi, kesehatan, Litpers, dan psikologi, tetapi halaman publik tersebut tidak merinci seluruh materi tes maupun standar nilainya. Baca Juga: Daftar Bintara TNI AD 2027 Sudah Dibuka Cek Link, Syarat, dan Jadwal Apakah Ada Passing Grade Tes Jasmani TNI? Sumber resmi penerimaan yang ditemukan tidak mencantumkan satu angka passing grade nasional yang dapat digunakan untuk seluruh matra dan jalur seleksi. Publikasi resmi TNI lebih banyak menjelaskan jenis materi dan tujuan tes. Penilaian dilakukan sesuai ketentuan penerimaan pada masing-masing jalur. Karena itu, angka target lari, jumlah push-up, pull-up, atau sit-up yang beredar di media sosial tidak sebaiknya dianggap sebagai nilai kelulusan resmi jika tidak berasal dari panitia penerimaan. Apa yang Dilakukan Sebelum Tes Jasmani? Dalam pelaksanaan resmi 2026, peserta menjalani pemeriksaan awal sebelum tes fisik. Pada seleksi Bintara TNI AU di Lanud Iswahjudi, peserta terlebih dahulu menjalani: Peserta yang dinyatakan siap secara kesehatan kemudian mengikuti Samapta A, Samapta B, dan renang. Pola pemeriksaan tekanan darah sebelum tes juga diterapkan dalam seleksi Bintara TNI AL di Kodaeral XIV Sorong. FAQ Tes Jasmani TNI Tes jasmani TNI apa saja? Materi yang umum dipublikasikan pada seleksi 2026 meliputi lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, dan renang. Berapa lama tes lari TNI? Pada Samapta A, peserta menjalani tes lari selama 12 menit. Apakah tes TNI ada renang? Ya. Renang menjadi bagian tes jasmani pada sejumlah jalur penerimaan TNI, termasuk seleksi TNI AU, TNI AL, dan Pa PK TNI 2026. Apa saja isi Samapta B TNI? Samapta B umumnya mencakup pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run. Berapa passing grade tes jasmani TNI? Tidak ada satu angka passing grade publik yang dapat dipakai untuk seluruh matra dan jalur. Standar penilaian mengikuti ketentuan panitia pada masing-masing seleksi. Apakah tes jasmani TNI AD wajib? Ya. Portal penerimaan TNI AD mencantumkan jasmani sebagai salah satu pemeriksaan yang wajib diikuti calon secara utuh. Kesimpulan Tes jasmani TNI umumnya mencakup lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, serta renang. Materi tersebut mengukur daya tahan, kekuatan otot, kelincahan, koordinasi, dan kemampuan fisik di air. Standar nilai dapat berbeda menurut matra dan jalur penerimaan. Peserta sebaiknya menggunakan pengumuman resmi panitia sebagai acuan, terutama untuk ketentuan teknis dan penilaian kelulusan. Sumber Referensi
Kasad TNI AD Sekarang Jenderal Tandyo Budi Revita

Kasad TNI AD sekarang adalah Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Presiden Prabowo Subianto resmi melantiknya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 15 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Tandyo menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106/TNI/Tahun 2026. Pergantian ini masih sangat baru. Sebelum menjadi Kasad, Tandyo menjabat Wakil Panglima TNI. Sementara Maruli Simanjuntak kemudian mendapat penugasan sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Serah terima jabatan keduanya dilaksanakan pada 16 Oktober 2026. Siapa Kasad TNI AD Sekarang? Per 22 Oktober 2026, posisi Kepala Staf Angkatan Darat dipegang oleh: Keterangan Data Nama Jenderal TNI Tandyo Budi Revita Jabatan Kepala Staf Angkatan Darat Pangkat Jenderal TNI Mulai menjabat 15 Oktober 2026 Pendahulu Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Pendidikan Akademi Militer 1991 Tempat lahir Surakarta Tanggal lahir 21 Februari 1969 Data tersebut dikonfirmasi langsung melalui publikasi resmi Presiden Republik Indonesia. Tandyo merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1991 dan memiliki pengalaman panjang di lingkungan TNI AD sebelum akhirnya menduduki posisi tertinggi dalam struktur kepemimpinan Angkatan Darat. Baca Juga: 11 Asas Kepemimpinan TNI dan Artinya, Wajib Dipahami Prajurit Tandyo Budi Revita Dilantik pada 15 Oktober 2026 Pergantian Kasad berlangsung hanya beberapa hari setelah peringatan HUT ke-81 TNI. Presiden Prabowo Subianto melantik Tandyo pada Kamis, 15 Oktober 2026. Dasar pengangkatannya adalah Keppres Nomor 106/TNI/Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat. Saat prosesi pelantikan, Tandyo mengucapkan sumpah jabatan yang antara lain menegaskan: Serah terima jabatan kemudian dilakukan pada 16 Oktober 2026 di Mabes TNI, Cilangkap. Dalam prosesi tersebut Maruli resmi menyerahkan jabatan Kasad kepada Tandyo, sedangkan Tandyo menyerahkan posisi Wakil Panglima TNI kepada Maruli. Profil Singkat Jenderal Tandyo Budi Revita Tandyo Budi Revita lahir di Surakarta pada 21 Februari 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1991 dan berasal dari kecabangan Infanteri. Kariernya tidak hanya berlangsung di struktur satuan TNI AD. Tandyo juga pernah mendapat penugasan di lingkungan Kementerian Pertahanan sebelum kembali menduduki sejumlah jabatan strategis dalam Angkatan Darat. Sebelum menjadi Kasad, salah satu fase penting kariernya adalah ketika dipercaya sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat pada 2024. TNI AD mencatat jabatan tersebut diserahterimakan kepada Tandyo pada 8 Maret 2024 setelah sebelumnya ia menjabat Pangdam IV/Diponegoro. Pada 2025, Tandyo kemudian meninggalkan jabatan Wakasad setelah dipercaya menjadi Wakil Panglima TNI. Tradisi pengantar tugasnya di Mabesad berlangsung pada Agustus 2025. Baca Juga: Sumpah Prajurit TNI AD Berisi Apa? Ini 5 Janji dan Maknanya Riwayat Jabatan Sebelum Menjadi Kasad Perjalanan karier Tandyo mencakup berbagai jabatan di satuan, teritorial, Kementerian Pertahanan, hingga struktur pimpinan TNI. Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain: Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Tandyo mencakup pembinaan satuan, komando kewilayahan, kebijakan pertahanan, pendidikan, serta kepemimpinan tingkat pusat. Pada 2024, ketika dilantik menjadi Wakasad, ia menggantikan Letjen TNI Arif Rahman. Sebelumnya Tandyo menjabat Pangdam IV/Diponegoro. Setelah menjadi Wakil Panglima TNI, Tandyo juga terlibat dalam sejumlah program strategis pemerintah, termasuk evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Apa Tugas Kasad TNI AD? Kasad merupakan pimpinan TNI Angkatan Darat dan bertanggung jawab atas pembinaan kekuatan serta kesiapan Angkatan Darat sesuai struktur TNI dan ketentuan peraturan yang berlaku. Dalam praktik organisasi, Kasad memimpin dan mengarahkan berbagai bidang seperti: Besarnya tanggung jawab tersebut terlihat hanya sehari setelah sertijab. Pada 16 Oktober 2026, Tandyo langsung memimpin serah terima sejumlah jabatan strategis TNI AD, termasuk Pangkostrad, Wakasad, Dankodiklatad, Danpussenif, beberapa Pangdam, serta sejumlah Kepala Badan Pelaksana Pusat. Dalam kegiatan itu, Kasad menekankan penguatan struktur komando dan kesiapsiagaan satuan untuk menghadapi perkembangan tugas serta kebutuhan pertahanan di setiap wilayah. Baca Juga: Rekrutmen TNI AD Gelombang 1 2027 Sudah Dibuka Prioritas Awal Kasad Tandyo Budi Revita Setelah dilantik, Tandyo langsung menyampaikan beberapa pekerjaan yang ingin dipercepat TNI AD. Dalam keterangan resmi seusai pelantikan, ia menyebut perhatian terhadap program prioritas pemerintah seperti: Tandyo menyatakan TNI AD akan mempercepat dukungan terhadap operasionalisasi program-program tersebut sesuai tugas yang diberikan pemerintah. Selain itu, penguatan organisasi juga terlihat menjadi agenda awal kepemimpinannya. Pada 16 Oktober, ia menekankan bahwa penataan organisasi dan komando kewilayahan diperlukan untuk memperkuat struktur komando, meningkatkan kesiapsiagaan, serta membuat pelaksanaan tugas lebih efektif. Perubahan organisasi TNI AD memang sedang berlangsung. Pada HUT ke-81 TNI tanggal 5 Oktober 2026, enam Kodam baru ikut diresmikan sebagai bagian penguatan komando kewilayahan. FAQ Kasad TNI AD Siapa Kasad TNI AD sekarang? Kasad TNI AD sekarang adalah Jenderal TNI Tandyo Budi Revita yang resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 15 Oktober 2026. Siapa Kasad sebelum Tandyo Budi Revita? Sebelumnya jabatan Kasad dipegang Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang kemudian mendapat penugasan sebagai Wakil Panglima TNI. Kapan Tandyo Budi Revita menjadi Kasad? Tandyo dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 15 Oktober 2026 dan menjalani serah terima jabatan pada 16 Oktober 2026. Apa pangkat Kasad TNI AD sekarang? Tandyo Budi Revita berpangkat Jenderal TNI atau jenderal bintang empat. Tandyo Budi Revita lulusan Akmil tahun berapa? Jenderal TNI Tandyo Budi Revita merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1991. Apa jabatan Tandyo sebelum menjadi Kasad? Sebelum menjadi Kasad, Tandyo menjabat Wakil Panglima TNI. Sebelumnya ia juga pernah menjadi Wakasad dan Pangdam IV/Diponegoro. Kesimpulan Kasad TNI AD sekarang adalah Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Ia resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 15 Oktober 2026 berdasarkan Keppres Nomor 106/TNI/Tahun 2026 dan menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Tandyo merupakan lulusan Akmil 1991 dan sebelumnya pernah menjabat Pangdam IV/Diponegoro, Wakasad, hingga Wakil Panglima TNI. Pada awal masa jabatannya sebagai Kasad, ia menekankan penguatan organisasi TNI AD serta percepatan dukungan terhadap program pemerintah seperti ketahanan pangan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Sumber Referensi
11 Asas Kepemimpinan TNI dan Artinya, Wajib Dipahami Prajurit

11 asas kepemimpinan TNI menjadi pedoman penting dalam membentuk karakter seorang pemimpin militer. Isinya bukan hanya soal kemampuan memberi perintah, tetapi juga keteladanan, loyalitas, tanggung jawab, kemampuan menentukan prioritas, hidup sederhana, hingga kesiapan menyerahkan tanggung jawab kepada generasi berikutnya. Kodam II/Sriwijaya masih mencantumkan sebelas asas tersebut sebagai bagian materi kepemimpinan. Nilai ini juga tetap relevan pada 2026. Kepala Staf Angkatan Darat menegaskan implementasi 11 asas kepemimpinan menjadi fondasi untuk membentuk pemimpin yang adil, bijaksana, mampu bekerja dalam tim, berpikir kritis, dan mengedepankan prinsip kepemimpinan sebagai bentuk pelayanan. Apa Itu 11 Asas Kepemimpinan TNI? Sebelas asas kepemimpinan merupakan nilai yang digunakan sebagai pedoman seorang pemimpin dalam menjalankan tanggung jawab terhadap organisasi dan bawahannya. Fokusnya mencakup hubungan seorang pemimpin dengan: Karena itu, kepemimpinan dalam lingkungan militer tidak hanya dinilai dari kemampuan mengambil keputusan. Seorang pemimpin juga diharapkan mampu memberikan contoh, membangun semangat, mengawasi, bertanggung jawab, dan memahami kapan kepentingan organisasi harus didahulukan. Pada Februari 2026, Kasad kembali menghubungkan asas-asas tersebut dengan kebutuhan pemimpin TNI AD yang kritis, adaptif, visioner, dan mampu mengambil keputusan secara tepat dalam menghadapi tantangan strategis. Baca Juga: 8 Wajib TNI dan Artinya, Pedoman Prajurit agar Tetap Dekat dengan Rakyat Isi 11 Asas Kepemimpinan TNI Berikut sebelas asas yang tercantum pada laman resmi Kodam II/Sriwijaya. No Asas Makna Singkat 1 Taqwa Beriman dan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa 2 Ing Ngarsa Sung Tulada Memberikan teladan ketika berada di depan 3 Ing Madya Mangun Karsa Membangun semangat ketika berada di tengah 4 Tut Wuri Handayani Memberikan dorongan dari belakang 5 Waspada Purba Wisesa Mengawasi dan mampu memberikan koreksi 6 Ambeg Parama Arta Menentukan hal yang harus diprioritaskan 7 Prasaja Bersikap sederhana dan tidak berlebihan 8 Satya Menjaga loyalitas secara timbal balik 9 Gemi Nastiti Menggunakan sumber daya hanya sesuai kebutuhan 10 Belaka Berani mempertanggungjawabkan tindakan 11 Legawa Ikhlas menyerahkan tanggung jawab kepada generasi berikutnya Sebelas asas tersebut saling melengkapi. Ada nilai spiritual, keteladanan, pengendalian organisasi, loyalitas, efisiensi, hingga regenerasi kepemimpinan. Arti Setiap Asas Kepemimpinan Taqwa Taqwa berarti beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada-Nya. Nilai ini ditempatkan sebagai dasar moral seorang pemimpin. Ing Ngarsa Sung Tulada Ketika berada di depan, pemimpin harus mampu menjadi contoh bagi bawahannya. Artinya, tuntutan terhadap anggota perlu diikuti keteladanan dari pimpinan. Ing Madya Mangun Karsa Pemimpin tidak selalu berada jauh dari anggota. Ketika berada di tengah, ia harus mampu ikut bekerja serta membangkitkan semangat. Tut Wuri Handayani Ketika anggota sudah mampu menjalankan tugas, pemimpin tetap memberikan dukungan dan dorongan dari belakang. Waspada Purba Wisesa Seorang pemimpin harus selalu waspada, melakukan pengawasan, serta berani memberikan koreksi apabila terjadi kesalahan. Ambeg Parama Arta Asas ini menekankan kemampuan menentukan prioritas. Pemimpin harus mampu memilih persoalan yang paling penting untuk diselesaikan terlebih dahulu. Prasaja Prasaja berarti sederhana dan tidak berlebihan. Kepemimpinan tidak diukur dari kemewahan, tetapi dari sikap dan tanggung jawab. Satya Satya berkaitan dengan loyalitas yang berlangsung dua arah, dari pemimpin kepada bawahan, bawahan kepada pimpinan, serta sesama rekan. Gemi Nastiti Pemimpin harus mampu menggunakan anggaran, perlengkapan, waktu, dan sumber daya secara tepat serta tidak berlebihan. Belaka Belaka menekankan keberanian mempertanggungjawabkan tindakan dan keputusan yang telah diambil. Legawa Legawa berarti mampu menerima dan ikhlas menyerahkan tanggung jawab serta kedudukan kepada generasi berikutnya ketika waktunya tiba. Makna tersebut mengikuti rumusan yang ditampilkan Kodam II/Sriwijaya pada bagian Asas Kepemimpinan. Baca Juga: Sumpah Prajurit TNI AD Berisi Apa? Ini 5 Janji dan Maknanya Asas Mana yang Berkaitan dengan Keteladanan? Ada tiga asas yang paling mudah dihubungkan dengan posisi seorang pemimpin terhadap bawahan. Posisi Pemimpin Asas Intinya Di depan Ing Ngarsa Sung Tulada Memberikan contoh Di tengah Ing Madya Mangun Karsa Membangkitkan semangat Di belakang Tut Wuri Handayani Memberikan dorongan Ketiganya menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu berarti berdiri paling depan dan memberi perintah. Dalam kondisi tertentu, pemimpin perlu turun bersama anggota. Pada kondisi lain, anggota perlu diberi ruang menjalankan tanggung jawab sementara pemimpin tetap memberikan dukungan dan pengawasan. Konsep ini masih sejalan dengan penekanan Kasad pada 2026 bahwa kepemimpinan perlu dibangun melalui kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, keputusan yang tepat, serta prinsip bahwa memimpin juga berarti melayani. Penerapan dalam Kehidupan Prajurit Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan mulai dari kegiatan harian sampai pelaksanaan tugas di satuan. Contohnya: Penerapan tersebut membuat asas kepemimpinan tidak berhenti sebagai materi hafalan. Kasad pada pembekalan Seskoad 2026 juga menekankan bahwa pemimpin masa depan perlu memiliki integritas, kemampuan komunikasi, wawasan luas, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi perubahan lingkungan strategis. Baca Juga: Rekrutmen TNI AD Gelombang 1 2027 Sudah Dibuka Bedanya dengan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI Beberapa pedoman TNI sering muncul bersamaan sehingga mudah tertukar. Pedoman Fokus 11 Asas Kepemimpinan Sikap dan karakter seorang pemimpin Sapta Marga Jati diri dan nilai dasar prajurit Sumpah Prajurit Janji serta komitmen dalam pengabdian 8 Wajib TNI Perilaku prajurit terhadap rakyat Sebelas asas lebih spesifik membahas kepemimpinan. Isinya menjelaskan bagaimana seseorang memberikan teladan, menggerakkan anggota, menentukan prioritas, menjaga loyalitas, menggunakan sumber daya, mempertanggungjawabkan tindakan, dan melakukan regenerasi. Sementara Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta 8 Wajib TNI memiliki fokus yang berbeda meskipun semuanya berhubungan dengan karakter dan kehidupan seorang prajurit. Kenapa Calon Prajurit Perlu Memahaminya? Materi kepemimpinan bukan hanya relevan bagi perwira berpangkat tinggi. Seorang calon prajurit sejak awal akan berada dalam lingkungan yang menuntut disiplin, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam kelompok, dan kesiapan menerima maupun menjalankan perintah. Seiring perjalanan karier, tanggung jawab terhadap personel lain juga dapat meningkat. Pemahaman terhadap sebelas asas membantu calon prajurit mengenali karakter yang diharapkan dalam lingkungan militer, seperti: Nilai tersebut juga tidak berhenti pada konsep kepemimpinan lama. Pada 2026, Kasad secara langsung masih menekankan implementasi 11 asas kepemimpinan dalam pembentukan para Perwira Siswa Seskoad. FAQ 11 Asas Kepemimpinan TNI Apa saja 11 asas kepemimpinan TNI? Sebelas asas tersebut adalah Taqwa, Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, Waspada Purba Wisesa, Ambeg Parama Arta, Prasaja, Satya, Gemi Nastiti, Belaka, dan Legawa. Apa arti Ing Ngarsa Sung Tulada? Artinya seorang pemimpin harus mampu memberikan suri teladan ketika berada di depan bawahannya. Apa arti Ambeg Parama Arta? Ambeg Parama Arta berarti kemampuan menentukan dengan tepat hal yang harus didahulukan
Sumpah Prajurit TNI AD Berisi Apa? Ini 5 Janji dan Maknanya

Sumpah Prajurit TNI AD berisi lima janji utama tentang kesetiaan kepada negara, kepatuhan terhadap hukum dan disiplin, ketaatan kepada atasan, tanggung jawab, serta menjaga rahasia militer. Sumpah tersebut menjadi bagian penting dalam pelantikan dan kehidupan kedinasan prajurit TNI AD. Sumpah Prajurit TNI AD Berisi Lima Janji Secara resmi, Sumpah Prajurit memuat lima pokok komitmen. Pokok Sumpah Makna Utama Kesetiaan kepada NKRI Setia kepada negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 Tunduk pada hukum Memegang teguh hukum dan disiplin keprajuritan Taat kepada atasan Menjalankan perintah dalam rantai komando Bertanggung jawab Melaksanakan kewajiban kepada TNI dan negara Menjaga rahasia Melindungi rahasia militer Kelima janji tersebut mengikat prajurit selama menjalankan tugas kedinasan. Baca Juga: 8 Wajib TNI dan Artinya, Pedoman Prajurit agar Tetap Dekat dengan Rakyat Makna Lima Isi Sumpah Prajurit Setia kepada negara Prajurit berjanji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Mematuhi hukum dan disiplin Prajurit wajib tunduk pada hukum dan disiplin militer dalam menjalankan tugas. Taat kepada atasan Ketaatan kepada atasan menjadi bagian dari rantai komando militer dan pelaksanaan tugas kedinasan. Menjalankan kewajiban dengan tanggung jawab Setiap tugas harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab kepada TNI dan negara. Menjaga rahasia tentara Prajurit wajib menjaga informasi militer yang bersifat rahasia dan berkaitan dengan kepentingan satuan maupun negara. Kapan Sumpah Prajurit Diucapkan? Sumpah Prajurit diucapkan saat peserta pendidikan resmi dilantik menjadi prajurit. Pada 2026, sebanyak 1.452 lulusan Dikmata Infanteri Gelombang II dilantik menjadi Prajurit Dua sekaligus menjalani pengambilan Sumpah Prajurit. Pada pendidikan Bintara, 564 siswa Dikmaba TNI AD juga dilantik dan disumpah menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua. Baca Juga: Daftar Bintara TNI AD 2027 Sudah Dibuka, Cek Link, Syarat, dan Jadwal Resminya Bedanya dengan Sapta Marga dan 8 Wajib TNI Sumpah Prajurit memiliki fungsi berbeda dari Sapta Marga dan 8 Wajib TNI. Pedoman Fokus Sapta Marga Nilai dasar dan jati diri prajurit Sumpah Prajurit Janji dan komitmen prajurit 8 Wajib TNI Sikap prajurit terhadap rakyat Sapta Marga berisi nilai dasar keprajuritan, sedangkan 8 Wajib TNI lebih menekankan perilaku anggota terhadap masyarakat. Sumpah Prajurit sendiri berisi janji yang mengikat prajurit dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Baca Juga: Kurve TNI Adalah Kegiatan Apa? Ini Arti, Tujuan, dan Contohnya di Satuan Lima Nilai Utama dalam Sumpah Prajurit Jika diringkas, isi Sumpah Prajurit menekankan lima nilai utama: Nilai tersebut menjadi dasar sikap seorang prajurit dalam melaksanakan tugas kedinasan. FAQ Sumpah Prajurit TNI AD Apa itu Sumpah Prajurit TNI AD? Sumpah Prajurit merupakan janji yang mengikat prajurit mengenai kesetiaan kepada negara, disiplin, ketaatan, tanggung jawab, dan menjaga rahasia militer. Ada berapa isi Sumpah Prajurit? Sumpah Prajurit terdiri dari lima pokok janji. Kapan Sumpah Prajurit diucapkan? Sumpah Prajurit antara lain diucapkan ketika peserta pendidikan selesai menjalani pendidikan pembentukan dan resmi dilantik menjadi prajurit. Apa beda Sumpah Prajurit dan Sapta Marga? Sapta Marga berisi nilai dasar dan jati diri prajurit, sedangkan Sumpah Prajurit berisi lima janji yang mengikat prajurit dalam menjalankan tugas. Apa isi utama Sumpah Prajurit? Isinya mencakup kesetiaan kepada NKRI, kepatuhan terhadap hukum dan disiplin, ketaatan kepada atasan, tanggung jawab, dan menjaga rahasia militer. Kesimpulan Sumpah Prajurit TNI AD terdiri dari lima komitmen utama, yaitu kesetiaan kepada NKRI, kepatuhan terhadap hukum dan disiplin, ketaatan kepada atasan, tanggung jawab, serta menjaga rahasia militer. Sumpah tersebut diucapkan dalam proses pelantikan dan menjadi bagian dari kehidupan kedinasan prajurit TNI AD. Sumber Referensi
Materi Kebugaran Jasmani TNI, Cek Komponen Tes Fisiknya

Materi kebugaran jasmani bagi calon prajurit TNI berkaitan dengan kemampuan fisik seperti daya tahan, kekuatan, dan kelincahan. Dalam tes kesamaptaan TNI AD, kemampuan tersebut diukur melalui sejumlah materi seperti lari, pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run. Pada pelaksanaan Garjas TNI AD tahun 2026, rangkaiannya terdiri dari Samapta A berupa lari 12 menit dan Samapta B berupa pull-up, sit-up, push-up, serta shuttle run. Renang 50 meter juga digunakan dalam kegiatan kesamaptaan tertentu. Apa Itu Kebugaran Jasmani? Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh menjalankan aktivitas fisik secara efektif tanpa mengalami kelelahan berlebihan. Dalam lingkungan TNI AD, kesamaptaan jasmani digunakan untuk mengukur kemampuan fisik prajurit dan mendukung kesiapan menjalankan tugas. Tes ini juga digunakan dalam pembinaan personel dan kebutuhan karier tertentu. Komponen yang banyak berkaitan dengan kebugaran prajurit meliputi: Baca Juga: Syarat Masuk Bintara TNI AD 2027 Cek Umur, Tinggi, Nilai, dan Jadwal Materi Kebugaran Jasmani dalam Tes TNI Tes kesamaptaan TNI AD umumnya dibagi menjadi Samapta A dan Samapta B. Materi Kemampuan yang Diukur Lari 12 menit Daya tahan jantung dan paru Pull-up Kekuatan tubuh bagian atas Sit-up Daya tahan otot perut Push-up Kekuatan dan daya tahan lengan Shuttle run Kelincahan dan perubahan arah Renang Kemampuan fisik dan keterampilan di air PPID TNI AD mencatat Garjas Periodik dan UKP tahun 2026 meliputi lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, dan renang 50 meter. Pada seleksi calon Bintara TNI AD Gelombang II 2024, materi Garjas juga mencakup lari 12 menit, push-up, sit-up, pull-up, shuttle run, postur, dan renang. Lari 12 Menit Mengukur Daya Tahan Lari 12 menit merupakan bagian dari Samapta A. Peserta diminta berlari selama 12 menit dan jarak yang berhasil ditempuh digunakan untuk menilai kemampuan daya tahan fisik. TNI AD masih menggunakan materi tersebut dalam Garjas Periodik tahun 2026. Materi ini membutuhkan kemampuan tubuh mempertahankan aktivitas dalam waktu relatif lama, sehingga berkaitan erat dengan daya tahan jantung, paru, dan stamina. Tidak ada satu angka target yang dapat digunakan untuk semua seleksi calon prajurit tanpa melihat ketentuan resmi tahun penerimaan. Standar penilaian dapat mengikuti kategori dan ketentuan panitia. Samapta B Menguji Kekuatan dan Kelincahan Samapta B terdiri dari beberapa gerakan. Pull-up Pull-up menguji kekuatan lengan, bahu, punggung, dan kemampuan mengangkat berat badan sendiri. Sit-up Sit-up mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut. Push-up Push-up menguji kekuatan serta daya tahan otot dada, bahu, dan lengan. Shuttle run Shuttle run menguji kemampuan bergerak cepat dan mengubah arah dalam jarak pendek. Keempat materi tersebut tercatat digunakan dalam tes kesamaptaan TNI AD. Baca Juga: Daftar Bintara TNI AD 2027 Sudah Dibuka Cek Link, Syarat, dan Jadwal Apakah Renang Termasuk Materi Kebugaran Jasmani TNI? Renang digunakan dalam sejumlah pelaksanaan tes kesamaptaan TNI AD. Pada Garjas Kodim 1628/Sumbawa Barat tahun 2026, peserta menjalani renang 50 meter setelah rangkaian Samapta A dan B. Tes Garjas calon Bintara TNI AD Gelombang II 2024 juga mencantumkan renang sebagai salah satu materi seleksi. Namun, calon peserta tetap perlu mengikuti pengumuman resmi penerimaan pada tahun dan jalur yang dipilih karena rincian materi maupun mekanisme tes dapat diperbarui. Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Sebelum Garjas Tes fisik tidak langsung dimulai tanpa pengecekan kondisi peserta. Pada Garjas TNI AD tahun 2026, rangkaian awal meliputi: Setelah itu peserta baru menjalani Samapta A, Samapta B, dan materi fisik berikutnya. Prosedur tersebut digunakan untuk memastikan kondisi peserta cukup aman sebelum menjalani aktivitas fisik berat. Baca Juga: Pendaftaran Bintara TNI AD 2026 Gelombang 2 Sudah Tutup Cek Rekrutmen 2027 Kebugaran Jasmani Penting dalam Seleksi dan Karier TNI Kesamaptaan bukan hanya digunakan saat penerimaan calon prajurit. TNI AD menggunakan Garjas untuk: PPID TNI AD menyebut Garjas juga menjadi bagian penting dalam mendukung Usul Kenaikan Pangkat dan kebutuhan pendidikan personel. Karena itu, kebugaran jasmani tetap menjadi bagian dari pembinaan setelah seseorang resmi menjadi prajurit. Materi Tes Bisa Berbeda pada Setiap Penerimaan Komponen dasar seperti lari, push-up, sit-up, pull-up, dan shuttle run banyak digunakan dalam tes kesamaptaan TNI AD. Namun, calon peserta tidak sebaiknya menggunakan informasi tes tahun sebelumnya sebagai standar resmi penerimaan terbaru. Portal penerimaan TNI AD menjadi acuan untuk persyaratan dan jadwal seleksi yang sedang berjalan. Saat ini portal resmi sudah menampilkan penerimaan Bintara dan Tamtama PK TNI AD Gelombang I TA 2027. Rincian tes tetap harus mengikuti pengumuman dan petunjuk panitia pada jalur penerimaan masing-masing. FAQ Materi Kebugaran Jasmani Apa saja materi kebugaran jasmani TNI? Materi yang digunakan dalam tes kesamaptaan TNI AD antara lain lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, dan pada kegiatan tertentu renang. Apa itu Samapta A? Samapta A merupakan tes lari 12 menit yang digunakan untuk mengukur kemampuan daya tahan fisik. Apa saja isi Samapta B? Samapta B umumnya terdiri dari pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run. Apakah tes TNI ada renang? Renang digunakan dalam sejumlah tes kesamaptaan dan seleksi TNI AD. Rincian penerimaan terbaru tetap harus mengikuti pengumuman resmi panitia. Apakah tes kebugaran hanya dilakukan saat masuk TNI? Tidak. Kesamaptaan jasmani juga digunakan dalam pembinaan prajurit, evaluasi fisik, pendidikan tertentu, dan proses Usul Kenaikan Pangkat. Apakah materi tes jasmani TNI selalu sama setiap tahun? Tidak selalu. Komponen dasar dapat sama, tetapi rincian dan standar penilaian harus mengikuti ketentuan resmi pada tahun dan jalur penerimaan yang dipilih. Kesimpulan Materi kebugaran jasmani yang relevan dengan TNI mencakup daya tahan, kekuatan, dan kelincahan. Dalam kesamaptaan TNI AD, kemampuan tersebut diukur melalui lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, dan pada kegiatan tertentu renang 50 meter. Calon prajurit perlu membedakan antara materi umum kesamaptaan dan standar kelulusan resmi. Nilai, mekanisme, dan rincian tes harus mengikuti pengumuman penerimaan TNI pada jalur dan tahun yang sedang diikuti. Sumber Referensi
Rekrutmen TNI AD 2027 Sudah Dibuka, Cek Jadwal dan Syarat

Rekrutmen TNI AD 2027 sudah dibuka untuk Calon Bintara (Caba) dan Calon Tamtama (Cata) PK TNI AD Pria Gelombang I. Pendaftaran online dimulai sejak 1 Oktober 2026 melalui portal resmi Rekrutmen TNI AD. Jadwal Bintara dan Tamtama berbeda. Bintara dijadwalkan masuk pendidikan pada 6 Februari 2027, sedangkan Tamtama pada 6 Maret 2027. Seluruh proses penerimaan dinyatakan gratis. Rekrutmen TNI AD 2027 Buka Jalur Apa? Penerimaan Gelombang I Tahun Anggaran 2027 yang sedang berjalan mencakup: Jalur Peserta Caba PK TNI AD Pria Cata PK TNI AD Pria Gelombang I Tahun Anggaran 2027 Portal resmi saat ini menampilkan Penerimaan Caba dan Cata PK TNI AD Pria Gelombang I TA 2027. Peserta hanya perlu memilih jalur Bintara atau Tamtama ketika membuat akun pendaftaran. Baca Juga: Daftar Bintara TNI AD 2027 Sudah Dibuka, Cek Link, Syarat, dan Jadwal Jadwal Rekrutmen TNI AD 2027 Jadwal resmi yang tercantum pada portal Rekrutmen TNI AD adalah: Tahapan Bintara PK Tamtama PK Pendaftaran online 1 Oktober 2026–13 Januari 2027 1 Oktober 2026–10 Februari 2027 Validasi/daftar ulang 1 Oktober 2026–15 Januari 2027 1 Oktober 2026–20 Februari 2027 Masuk pendidikan 6 Februari 2027 6 Maret 2027 Portal juga menyebut pelaksanaan seleksi dapat dimulai paling cepat 15 Oktober 2026. Karena periode Bintara lebih pendek, calon Bintara perlu memperhatikan batas pendaftaran 13 Januari 2027. Syarat Umur dan Tinggi Badan TNI AD 2027 Persyaratan usia Bintara dan Tamtama sama. Calon harus berusia: Usia tersebut dihitung pada saat pembukaan pendidikan pertama, yaitu 6 Februari 2027 untuk Bintara dan 6 Maret 2027 untuk Tamtama. Syarat tinggi badan: Jalur Tinggi Minimal Bintara PK 163 cm Tamtama PK 158 cm Berat badan harus seimbang sesuai ketentuan yang berlaku. Baca Juga: Syarat Masuk Bintara TNI AD 2027 Cek Umur, Tinggi, Nilai, dan Jadwal Syarat Pendidikan Bintara dan Tamtama Persyaratan pendidikan antara kedua jalur berbeda. Bintara PK Calon Bintara dapat menggunakan ijazah: Untuk lulusan perguruan tinggi tidak diberlakukan persyaratan nilai seperti lulusan SMA sederajat. Lulusan SMA/MA/SMK memiliki ketentuan nilai berdasarkan tahun kelulusan. Untuk lulusan 2023, 2024, 2025, dan 2026, nilai rata-rata tiga mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika minimal 70. Tamtama PK Calon Tamtama dapat berasal dari: Portal resmi menyebut calon Tamtama tidak menggunakan persyaratan nilai seperti yang diterapkan pada Bintara. Syarat Lain Rekrutmen TNI AD 2027 Selain usia, pendidikan, dan tinggi badan, calon harus memenuhi sejumlah persyaratan lain. Di antaranya: Calon juga wajib mengikuti seluruh pemeriksaan yang ditentukan panitia. Baca Juga: Pendaftaran Bintara TNI AD 2026 Gelombang 2 Sudah Tutup Cek Rekrutmen 2027 Tahapan Seleksi TNI AD 2027 Portal resmi mencantumkan lima kelompok pemeriksaan utama: Seleksi sudah mulai berjalan di sejumlah wilayah. Kodim 1614/Dompu, misalnya, melaksanakan verifikasi administrasi calon Bintara dan Tamtama sejak awal Oktober 2026. Kodim 1603/Sikka juga melaksanakan pembinaan jasmani calon peserta dengan materi seperti lari, pull-up, sit-up, dan push-up pada Oktober 2026. Dokumen untuk Validasi Pendaftaran Setelah berhasil mendaftar online, calon harus mengikuti proses validasi atau daftar ulang. Dokumen yang perlu dibawa antara lain: Validasi dilakukan melalui Ajendam atau Ajenrem. Portal TNI AD juga menyebut calon yang mengalami kendala dapat melakukan validasi melalui Kodim terdekat. Cara Daftar Rekrutmen TNI AD 2027 Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi: Rekrutmen TNI AD Alurnya: Portal resmi menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan gratis dan tidak dipungut biaya. FAQ Rekrutmen TNI AD 2027 Apakah rekrutmen TNI AD 2027 sudah dibuka? Ya. Pendaftaran Caba dan Cata PK TNI AD Pria Gelombang I TA 2027 sudah dibuka sejak 1 Oktober 2026. Kapan pendaftaran Bintara TNI AD 2027 ditutup? Pendaftaran online Bintara PK Gelombang I dijadwalkan sampai 13 Januari 2027, sedangkan validasi sampai 15 Januari 2027. Kapan pendaftaran Tamtama TNI AD 2027 ditutup? Pendaftaran online Tamtama PK dijadwalkan sampai 10 Februari 2027 dan validasi sampai 20 Februari 2027. Berapa umur maksimal daftar TNI AD 2027? Usia maksimal adalah 26 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama, dengan usia minimal 17 tahun 10 bulan. Berapa tinggi minimal Bintara dan Tamtama TNI AD 2027? Tinggi minimal Bintara PK adalah 163 cm, sedangkan Tamtama PK minimal 158 cm. Apakah pendaftaran TNI AD 2027 bayar? Tidak. TNI AD menegaskan seluruh proses penerimaan prajurit gratis dan tidak dipungut biaya. Kesimpulan Rekrutmen TNI AD 2027 sudah dibuka untuk Bintara dan Tamtama PK Pria Gelombang I. Pendaftaran Bintara berlangsung sampai 13 Januari 2027, sedangkan Tamtama sampai 10 Februari 2027 berdasarkan jadwal yang saat ini ditampilkan portal resmi. Calon harus memenuhi persyaratan usia, pendidikan, tinggi badan, kesehatan, administrasi, dan ketentuan lainnya. Pendaftaran hanya dilakukan melalui ad.rekrutmen-tni.mil.id dan seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya. Sumber Referensi
Rekrutmen TNI AD Gel 3 2026 Sudah Tutup, Cek Status Seleksinya

Rekrutmen TNI AD Gel 3 2026 sudah tidak membuka pendaftaran. Penerimaan Bintara dan Tamtama Gelombang III Tahun Anggaran 2026 telah masuk rangkaian seleksi hingga sidang pemilihan dan Pantukhir di sejumlah Kodam. Per 23 Oktober 2026, portal resmi Rekrutmen TNI AD justru sudah menampilkan Caba dan Cata PK TNI AD Gelombang I TA 2027. Artinya, calon yang belum mengikuti Gelombang III 2026 dapat mengecek penerimaan 2027 yang saat ini aktif. Status Rekrutmen TNI AD Gel 3 2026 Gelombang III 2026 bukan lagi berada pada tahap registrasi. Publikasi resmi TNI AD menunjukkan: Jalur Status yang Terpublikasi Bintara PK Gelombang III Sudah menjalani sidang pemilihan tingkat Subpanpus Tamtama PK Gelombang III Sudah menjalani seleksi hingga Pantukhir/Parade di sejumlah Kodam Pendaftaran baru Sudah beralih ke Gelombang I TA 2027 Pada 24 Agustus 2026, Kodam Iskandar Muda melaksanakan Sidang Pemilihan Calon Bintara PK TNI AD Gelombang III yang diikuti 285 calon. Peserta sebelumnya telah menjalani administrasi, kesehatan, kesamaptaan, psikologi, dan mental ideologi. Untuk Tamtama, Kodam I/Bukit Barisan melaksanakan Pantukhir Gelombang III pada September 2026 dengan 2.171 calon. Baca Juga: Rekrutmen TNI AD 2027 Sudah Dibuka Cek Bintara dan Tamtama Bintara TNI AD Gelombang III 2026 Sudah Masuk Seleksi Penerimaan Caba PK TNI AD Gelombang III 2026 sudah melewati tahap pendaftaran. Dalam Sidang Pemilihan tingkat Subpanpus Kodam Iskandar Muda, calon Bintara telah menjalani: Sebanyak 285 calon mengikuti sidang tersebut pada Agustus 2026. Hasil setiap pemeriksaan menjadi dasar menentukan peserta yang layak melanjutkan proses penerimaan. Karena proses tersebut sudah berjalan, calon baru tidak dapat mendaftar ke Gelombang III 2026. Tamtama Gelombang III 2026 Sudah Sampai Pantukhir Seleksi Cata PK TNI AD Gelombang III 2026 juga sudah memasuki tahap akhir di sejumlah wilayah. Kodam I/Bukit Barisan pada 21 September 2026 menggelar Sidang Pantukhir tingkat Subpanpus dengan 2.171 calon Tamtama. Peserta yang lolos masih harus melalui verifikasi tingkat Panitia Pusat sebelum hasil akhir ditetapkan. Di Kodam Jaya, sebanyak 519 calon Tamtama mengikuti Sidang Parade Gelombang III pada tanggal yang sama setelah melewati rangkaian pemeriksaan sebelumnya. Proses seleksi ditegaskan menggunakan prinsip objektif, transparan, akuntabel, profesional, dan tidak dipungut biaya. Baca Juga: Syarat Bintara TNI AD 2027 Lengkap Cek Umur, Tinggi Badan, Nilai, dan Jadwal Tahapan Seleksi Gelombang III TNI AD Publikasi resmi Gelombang III 2026 menunjukkan calon harus melalui beberapa pemeriksaan sebelum sidang akhir. Tahapannya meliputi: Tahapan dapat berbeda penamaan atau urutannya menurut tingkat seleksi dan wilayah. Pada penerimaan Tamtama Gelombang III di Kodam I/Bukit Barisan, Pantukhir tingkat Subpanpus belum menjadi keputusan akhir karena masih ada verifikasi Panpus. Apakah Masih Bisa Daftar Gelombang III 2026? Tidak. Portal Rekrutmen TNI AD saat ini sudah tidak menampilkan Gelombang III 2026 sebagai penerimaan aktif. Halaman utama resmi per Oktober 2026 menampilkan: Bagi calon yang belum sempat mengikuti Gelombang III, penerimaan 2027 menjadi jalur yang saat ini tersedia. Baca Juga: Daftar TNI AD 2027 Sudah Dibuka Cek Link Resmi, Jadwal, dan Syarat Gelombang I Rekrutmen TNI AD 2027 Sudah Dibuka Portal resmi TNI AD telah membuka penerimaan Bintara dan Tamtama PK Gelombang I TA 2027 sejak 1 Oktober 2026. Jadwal yang tercantum saat ini: Tahapan Bintara PK Tamtama PK Pendaftaran online 1 Oktober 2026–13 Januari 2027 1 Oktober 2026–10 Februari 2027 Validasi Sampai 15 Januari 2027 Sampai 20 Februari 2027 Pendidikan pertama 6 Februari 2027 6 Maret 2027 Portal resmi juga menyebut seleksi dapat dimulai paling cepat 15 Oktober 2026. Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi Rekrutmen TNI AD. Syarat Dasar Bintara dan Tamtama 2027 Untuk penerimaan Gelombang I 2027 yang sedang aktif, portal menetapkan usia minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 26 tahun saat pembukaan pendidikan pertama. Perbedaan tinggi badan: Jalur Tinggi Minimal Bintara PK 163 cm Tamtama PK 158 cm Persyaratan umum juga mencakup: Seluruh proses penerimaan resmi TNI AD gratis dan tidak dipungut biaya. FAQ Rekrutmen TNI AD Gel 3 2026 Apakah rekrutmen TNI AD Gel 3 2026 masih dibuka? Tidak. Penerimaan Gelombang III 2026 sudah melewati tahap pendaftaran dan telah masuk rangkaian seleksi hingga sidang pemilihan serta Pantukhir. Apakah ada Bintara Gelombang III TNI AD 2026? Ya. TNI AD secara resmi memublikasikan pelaksanaan Sidang Pemilihan Calon Bintara PK Gelombang III TA 2026 di sejumlah Kodam. Apakah ada Tamtama Gelombang III TNI AD 2026? Ya. Calon Tamtama PK Gelombang III 2026 telah menjalani seleksi hingga Sidang Parade dan Pantukhir di sejumlah wilayah. Kalau terlambat daftar Gelombang III apakah masih bisa mendaftar? Tidak untuk Gelombang III 2026. Calon dapat mengecek penerimaan Bintara dan Tamtama Gelombang I TA 2027 yang sekarang sudah tersedia di portal resmi. Kapan rekrutmen TNI AD 2027 dibuka? Pendaftaran Caba dan Cata PK TNI AD Gelombang I TA 2027 dimulai 1 Oktober 2026 melalui portal resmi Rekrutmen TNI AD. Apakah seleksi TNI AD dipungut biaya? Tidak. Panpus TNI AD menegaskan seluruh proses penerimaan sampai kelulusan dan masuk pendidikan tidak dipungut biaya. Kesimpulan Rekrutmen TNI AD Gel 3 2026 sudah ditutup dan prosesnya telah masuk seleksi akhir di sejumlah Kodam. Bintara Gelombang III sudah menjalani sidang pemilihan, sedangkan Tamtama telah mencapai Parade dan Pantukhir. Calon yang belum mengikuti Gelombang III dapat beralih ke rekrutmen TNI AD Gelombang I 2027 yang sudah resmi dibuka melalui portal Panpus TNI AD sejak 1 Oktober 2026. Sumber Referensi
Daftar Online TNI AD 2026 Masih Buka? Cek Rekrutmen Terbaru

Daftar online TNI AD 2026 masih bisa dilakukan, tetapi penerimaan yang aktif sekarang sudah menggunakan nama Caba dan Cata PK TNI AD Gelombang I TA 2027. Portal resmi Panpus TNI AD membuka registrasi sejak 1 Oktober 2026, dengan pilihan Bintara PK dan Tamtama PK pria. Seleksi paling cepat dimulai sejak 15 Oktober 2026. Jadi, calon yang mencari pendaftaran TNI AD pada Oktober 2026 tidak perlu menggunakan formulir penerimaan lama TA 2026. Form registrasi resmi saat ini sudah menampilkan CABA PK TNI AD Gel. I TA 2027 dan CATA PK TNI AD Gel. I TA 2027. Sementara penerimaan Bintara maupun Tamtama TA 2026 sebelumnya telah berjalan pada periode yang berbeda. Daftar Online TNI AD 2026 Sekarang Masuk Gelombang I 2027 Portal Panpus Penerimaan Prajurit TNI AD saat ini mengarahkan calon ke penerimaan Bintara dan Tamtama PK Gelombang I TA 2027. Pilihan pendaftarannya adalah: Link pendaftaran resmi: Daftar Akun TNI AD Portal juga menegaskan penerimaan saat ini hanya ditujukan untuk pria. Calon harus membuat akun menggunakan identitas sesuai KTP, NIK, nomor WhatsApp, dan email aktif. Sementara itu, penerimaan TNI AD TA 2026 sebelumnya memang pernah dibuka. Salah satu gelombang pada 2026 membuka pendaftaran online mulai 15 Juli dan validasi mulai 17 Juli, dengan penutupan dapat dilakukan ketika kuota peserta seleksi terpenuhi. Baca Juga: Rekrutmen TNI AD Gelombang 1 2027 Sudah Dibuka Jadwal Pendaftaran Bintara dan Tamtama Terbaru Jalur Daftar Online Validasi Masuk Pendidikan Bintara PK 1 Oktober 2026–13 Januari 2027 1 Oktober 2026–15 Januari 2027 6 Februari 2027 Tamtama PK 1 Oktober 2026–15 Januari 2027 1 Oktober 2026–17 Januari 2027 6 Maret 2027 Portal resmi menyebut pelaksanaan seleksi paling cepat dimulai pada 15 Oktober 2026. Ada satu hal yang perlu diperhatikan. Pada bagian jadwal portal masih terdapat heading yang menyebut “TA 2026”, tetapi halaman registrasi, pengumuman utama, pilihan formulir, dan halaman login secara konsisten mencantumkan Gelombang I TA 2027. Karena itu, peserta sebaiknya mengikuti identitas penerimaan yang tercantum pada formulir registrasi resmi. Syarat Daftar Online TNI AD Calon Bintara dan Tamtama harus memenuhi persyaratan umum yang ditetapkan Panpus TNI AD. Beberapa syarat utamanya: Untuk usia, tanggal acuannya berbeda. Bintara menggunakan tanggal pembukaan pendidikan 6 Februari 2027, sedangkan Tamtama menggunakan 6 Maret 2027. Tinggi badan minimal: Jalur Tinggi Minimal Bintara PK 163 cm Tamtama PK 158 cm Berat badan juga harus seimbang sesuai ketentuan yang berlaku. Baca Juga: Tinggi Minimal TNI 158, 160, atau 163 Cm Cek Jalur Tamtama dan Bintara Pendidikan yang Bisa Mengikuti Pendaftaran Portal terbaru membuka peluang bagi lulusan pendidikan menengah sampai perguruan tinggi. Untuk Bintara PK, ijazah yang dapat digunakan meliputi: Lulusan S1, D4, D3, dan D1 tidak dikenai persyaratan nilai pada bagian pendidikan. Sementara lulusan SMA, MA, dan SMK harus memenuhi batas nilai berdasarkan tahun kelulusan. Tahun Kelulusan Ketentuan Nilai Menggunakan Ujian Nasional Rata-rata minimal 37 2020 Rata-rata minimal 65 2021–2022 Rata-rata minimal 68 2023–2026 Rata-rata minimal 70 Untuk lulusan 2020–2026, nilai dihitung dari tiga mata pelajaran: Calon Tamtama juga dapat menggunakan ijazah S1, D4, D3, D1, SMA, MA, SMK sederajat, maupun Paket C sesuai ketentuan, tetapi tidak menggunakan persyaratan nilai yang sama seperti Bintara. Cara Daftar Online dan Validasi Panpus TNI AD menetapkan empat langkah utama pendaftaran: Calon membuat akun menggunakan email dan identitas pribadi. Setelah itu, data diri dilengkapi serta KTP dan pas foto diunggah. Formulir pendaftaran kemudian dicetak untuk dibawa ke tempat validasi. Validasi utama dilakukan di: Jika terdapat kendala, portal resmi menyebut validasi dapat dilakukan di Kodim terdekat. Calon yang sudah pernah membuat akun dapat masuk melalui: Login Rekrutmen TNI AD Jika lupa password, portal juga sudah menyediakan sistem pemulihan menggunakan email atau pencocokan data diri. Baca Juga: Daftar Bintara TNI AD 2027 Sudah Dibuka Cek Link dan Syarat Dokumen yang Harus Disiapkan Dokumen awal meliputi: Daftar tersebut dicantumkan langsung pada halaman persiapan dokumen resmi. Ketika validasi, dokumen yang dibawa lebih lengkap, antara lain: SKCK harus dikeluarkan Polres, Polresta, Polrestabes, atau Polres Metro sesuai alamat KTP. Setelah Daftar Online Tes Apa Saja? Alur penerimaan yang ditampilkan portal mencakup: Pada tingkat Subpanpus, materi pemeriksaan meliputi: Portal juga menegaskan calon harus mengikuti seluruh pemeriksaan atau pengujian secara utuh, bukan hanya sebagian. Khusus calon Bintara, peserta tidak boleh terdaftar secara bersamaan sebagai calon Tamtama Gelombang I 2027. Jika ingin berpindah jalur, status kepesertaan sebelumnya harus diselesaikan sesuai mekanisme panitia. Pendaftaran TNI AD Tidak Dipungut Biaya Panpus TNI AD menegaskan seluruh tahapan seleksi hingga kelulusan masuk pendidikan gratis. Peserta tidak perlu membayar pihak tertentu untuk: Portal resmi bahkan menyebut jika ada pihak mengatasnamakan panitia dan meminta uang untuk ditransfer, hal tersebut merupakan penipuan. Karena itu, daftar online TNI AD 2026 maupun penerimaan Gelombang I 2027 sebaiknya hanya dilakukan melalui domain resmi ad.rekrutmen-tni.mil.id. FAQ Daftar Online TNI AD Apakah daftar online TNI AD 2026 masih dibuka? Penerimaan TA 2026 sebelumnya sudah berjalan. Namun, sejak 1 Oktober 2026 portal resmi membuka pendaftaran Caba dan Cata PK TNI AD Gelombang I TA 2027. Di mana link daftar TNI AD terbaru? Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi Panpus Penerimaan Prajurit TNI AD di ad.rekrutmen-tni.mil.id. Kapan pendaftaran Bintara TNI AD ditutup? Untuk Gelombang I TA 2027, pendaftaran online Bintara dijadwalkan sampai 13 Januari 2027. Kapan pendaftaran Tamtama ditutup? Pendaftaran online Tamtama PK Gelombang I TA 2027 dijadwalkan sampai 15 Januari 2027. Berapa tinggi minimal daftar TNI AD? Gelombang I TA 2027 menetapkan tinggi minimal 163 cm untuk calon Bintara dan 158 cm untuk calon Tamtama. Apakah pendaftaran TNI AD harus bayar? Tidak. Panpus TNI AD menegaskan seluruh proses penerimaan hingga kelulusan masuk pendidikan tidak dipungut biaya. Kesimpulan Daftar online TNI AD 2026 kini sudah memasuki periode penerimaan berikutnya, yaitu Caba dan Cata PK TNI AD Pria Gelombang I TA 2027. Pendaftaran dibuka sejak 1 Oktober 2026. Bintara dapat mendaftar sampai 13 Januari, sedangkan Tamtama sampai 15 Januari 2027. Calon perlu membuat akun melalui portal resmi, melengkapi data, mencetak formulir, kemudian melakukan validasi di Ajendam atau Ajenrem. Persiapkan KTP, KK, ijazah, rapor, BPJS atau KIS, SKCK, dan dokumen pendukung lainnya sejak awal. Seluruh proses seleksi dinyatakan gratis. Sumber Referensi
Rekrutmen TNI AD Gelombang 1 2027 Sudah Dibuka

Rekrutmen TNI AD Gelombang 1 2027 sudah dibuka untuk jalur Bintara PK dan Tamtama PK pria. Portal Panpus Penerimaan Prajurit TNI AD saat ini sudah menampilkan pilihan CABA PK TNI AD Gel. I TA 2027 dan CATA PK TNI AD Gel. I TA 2027. Seleksi paling cepat dimulai sejak 15 Oktober 2026 dan pendaftaran masih berlangsung. Jadwal kedua jalur berbeda. Bintara menerima pendaftaran online sampai 13 Januari 2027, sedangkan Tamtama sampai 15 Januari 2027. Calon wajib mendaftar melalui portal resmi, mencetak formulir, kemudian melakukan validasi di Ajendam atau Ajenrem. Seluruh proses seleksi sampai masuk pendidikan dinyatakan gratis dan tidak dipungut biaya. Jadwal Rekrutmen TNI AD Gelombang 1 2027 Panpus TNI AD membuka dua jalur sekaligus, yaitu Bintara dan Tamtama PK. Jalur Pendaftaran Online Validasi Masuk Pendidikan Bintara PK 1 Oktober 2026–13 Januari 2027 1 Oktober 2026–15 Januari 2027 6 Februari 2027 Tamtama PK 1 Oktober 2026–15 Januari 2027 1 Oktober 2026–17 Januari 2027 6 Maret 2027 Portal juga menjelaskan pelaksanaan seleksi paling cepat dimulai pada 15 Oktober 2026. Karena sekarang sudah 22 Oktober 2026, peserta yang sudah memenuhi syarat dapat langsung melakukan registrasi tanpa perlu menunggu tahun 2027. Pendaftaran dilakukan melalui: Portal Rekrutmen TNI AD Setelah membuat akun, peserta perlu melengkapi data, mengunggah dokumen yang diminta, mencetak formulir, lalu melakukan validasi. Baca Juga: Daftar Bintara TNI AD 2027 Sudah Dibuka Cek Link, Syarat, dan Jadwal Resminya Syarat Bintara dan Tamtama TNI AD 2027 Persyaratan umum kedua jalur relatif sama, tetapi terdapat perbedaan pada tinggi badan, usia dihitung saat pembukaan pendidikan, serta ketentuan nilai bagi calon Bintara. Syarat umumnya antara lain: Batas usia kedua jalur adalah 17 tahun 10 bulan sampai 26 tahun, tetapi tanggal acuannya berbeda. Untuk Bintara dihitung saat pendidikan pertama 6 Februari 2027, sedangkan Tamtama dihitung pada 6 Maret 2027. Tinggi badan minimal: Jalur Tinggi Minimal Bintara PK 163 cm Tamtama PK 158 cm Berat badan juga harus seimbang menurut ketentuan yang berlaku. Baca Juga: Syarat Bintara TNI AD 2027 Lengkap Cek Umur, Tinggi Badan, Nilai, dan Jadwal Lulusan SMA sampai S1 Bisa Mendaftar Penerimaan Gelombang I 2027 tidak hanya terbuka bagi lulusan SMA. Untuk Bintara, portal resmi mencantumkan pendidikan: Lulusan S1, D4, D3, dan D1 tidak dikenai persyaratan nilai pada bagian tersebut. Sementara lulusan SMA, MA, dan SMK harus memenuhi nilai minimum berdasarkan tahun kelulusan. Ketentuannya: Tahun Kelulusan Nilai Minimum Menggunakan nilai Ujian Nasional Rata-rata UN 37 2020 Rata-rata 65 2021–2022 Rata-rata 68 2023–2026 Rata-rata 70 Untuk lulusan 2020–2026, nilai dihitung dari rata-rata tiga mata pelajaran: Sementara calon Tamtama dapat menggunakan ijazah S1, D4, D3, D1, SMA, MA, SMK sederajat, maupun Paket C sesuai ketentuan dan tidak menggunakan persyaratan nilai yang sama seperti Bintara. Baca Juga: Tinggi Minimal TNI 158, 160, atau 163 Cm Cek Jalur Tamtama dan Bintara Cara Daftar dan Dokumen yang Harus Disiapkan Alur registrasi sudah dijelaskan langsung oleh Panpus TNI AD. Tahapannya: Validasi dilakukan di Ajendam atau Ajenrem. Jika terdapat kendala, portal menyebut proses validasi dapat dilakukan di Kodim terdekat. Dokumen yang sebaiknya sudah disiapkan sebelum mendaftar meliputi: Saat validasi, calon juga perlu membawa dokumen asli dan pendukung lain seperti: SKCK wajib sesuai peruntukan rekrutmen dan diterbitkan oleh Polres, Polresta, Polrestabes, atau Polres Metro. Tahapan Seleksi yang Akan Dihadapi Calon Bintara maupun Tamtama wajib mengikuti seluruh pemeriksaan secara utuh. Tahapan yang tercantum pada portal resmi meliputi: Peserta tidak dapat memilih hanya mengikuti sebagian tes. Seluruh rangkaian menjadi bagian dari proses penentuan kelulusan. Ada pula ketentuan khusus bagi calon Bintara. Peserta tidak boleh terdaftar secara bersamaan sebagai calon Tamtama Gelombang I 2027. Jika ingin berpindah jalur, calon harus terlebih dahulu dinyatakan gagal dari kepesertaan Bintara sesuai mekanisme panitia. Calon Bintara juga diperbolehkan menyertakan sertifikat atau piagam prestasi minimal tingkat nasional untuk juara 1, 2, atau 3 sebagai bahan rekomendasi dalam Rik/Uji dan sidang pemilihan. Sertifikat tersebut tidak menjamin kelulusan. Pendaftaran Gratis dan Jangan Percaya Calo Panpus TNI AD menegaskan proses penerimaan prajurit dilakukan tanpa pungutan biaya. Peserta tidak perlu membayar untuk: Portal bahkan memberikan peringatan bahwa siapa pun yang mengatasnamakan panitia lalu meminta transfer uang merupakan indikasi penipuan. Karena itu, seluruh proses rekrutmen TNI AD Gelombang 1 2027 sebaiknya dilakukan melalui situs resmi ad.rekrutmen-tni.mil.id dan lokasi validasi yang tercantum pada portal. FAQ Rekrutmen TNI AD 2027 Apakah rekrutmen TNI AD Gelombang 1 2027 sudah dibuka? Ya. Penerimaan Bintara PK dan Tamtama PK pria Gelombang I TA 2027 sudah dibuka sejak 1 Oktober 2026 melalui portal resmi TNI AD. Kapan pendaftaran Bintara TNI AD 2027 ditutup? Pendaftaran online Bintara PK dijadwalkan sampai 13 Januari 2027 dan validasi sampai 15 Januari 2027. Kapan pendaftaran Tamtama TNI AD 2027 ditutup? Pendaftaran online Tamtama PK dijadwalkan sampai 15 Januari 2027 dan validasi sampai 17 Januari 2027. Berapa tinggi minimal Bintara dan Tamtama? Tinggi minimal Bintara PK adalah 163 cm, sedangkan Tamtama PK minimal 158 cm dengan berat badan seimbang. Apakah lulusan SMA bisa mendaftar? Bisa. Jalur Bintara dan Tamtama menerima lulusan SMA, MA, dan SMK sederajat sesuai persyaratan yang ditetapkan Panpus TNI AD. Apakah seleksi TNI AD dipungut biaya? Tidak. Panpus TNI AD menegaskan seluruh proses penerimaan sampai masuk pendidikan gratis dan tidak dipungut biaya. Kesimpulan Rekrutmen TNI AD Gelombang 1 2027 sudah berlangsung untuk Bintara PK dan Tamtama PK pria. Bintara dapat mendaftar online sampai 13 Januari 2027, sedangkan Tamtama sampai 15 Januari 2027. Pendidikan Bintara dijadwalkan mulai 6 Februari dan Tamtama 6 Maret 2027. Calon perlu memperhatikan perbedaan tinggi badan, ketentuan nilai, dokumen, dan jadwal masing-masing jalur. Pendaftaran dilakukan melalui Panpus Penerimaan Prajurit TNI AD, dilanjutkan dengan validasi serta pemeriksaan administrasi, kesehatan, jasmani, Litpers, dan psikologi. Seluruh proses dinyatakan gratis. Sumber Referensi
8 Wajib TNI dan Artinya, Ini Isi Lengkapnya

8 Wajib TNI merupakan pedoman perilaku prajurit dalam berhubungan dengan rakyat. Isinya menekankan keramahan, sopan santun, kehormatan, keteladanan, larangan merugikan masyarakat, serta kepedulian terhadap kesulitan rakyat. Pedoman ini masih digunakan dalam pembinaan prajurit dan ditempatkan bersama nilai dasar keprajuritan lainnya. Apa Itu 8 Wajib TNI? 8 Wajib TNI terdiri dari delapan kewajiban yang mengatur sikap prajurit ketika berinteraksi dengan masyarakat. Fokus utamanya meliputi: Kodiklat TNI AD mencantumkan pedoman tersebut sebagai bagian dari nilai keprajuritan. Baca Juga: Pangkat Bintara TNI AD Cek Urutan Lengkap dari Terendah hingga Tertinggi Isi Lengkap 8 Wajib TNI Berikut delapan kewajiban yang tercantum pada publikasi resmi TNI Angkatan Darat: Delapan poin tersebut berfokus pada etika prajurit ketika berada di tengah masyarakat. Baca Juga: Bintara TNI AD 2027 Cek Jadwal Pendaftaran, Syarat Minimal, dan Lokasi Ajendam Fokus Utama dalam 8 Wajib TNI Jika diringkas, delapan kewajiban tersebut memiliki beberapa fokus utama. Fokus Poin yang Berkaitan Sikap kepada rakyat Ramah dan sopan santun Kehormatan Menghormati wanita dan menjaga kehormatan diri Keteladanan Menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaan Perlindungan rakyat Tidak merugikan, menakuti, atau menyakiti Kepedulian Membantu mengatasi kesulitan rakyat Pedoman ini menempatkan perilaku prajurit sebagai bagian penting dari profesionalisme militer. Kenapa 8 Wajib TNI Masih Penting pada 2026? Nilai tersebut masih digunakan dalam pembinaan prajurit. Pada 2026, pesan pimpinan TNI tetap menekankan pentingnya menjaga disiplin, profesionalisme, kepercayaan masyarakat, serta memegang teguh nilai dasar keprajuritan. PPID TNI AD juga pernah menekankan agar delapan kewajiban tersebut menjadi bagian dari sikap prajurit dalam menjalankan tugas. Dengan demikian, 8 Wajib TNI tidak hanya menjadi materi pendidikan, tetapi tetap menjadi pedoman perilaku anggota ketika berhadapan dengan masyarakat. Nilai yang Ditekankan kepada Prajurit Isi pedoman tersebut menunjukkan beberapa karakter yang diharapkan dari seorang prajurit. Nilainya antara lain: Fokus tersebut menunjukkan bahwa kemampuan militer harus berjalan bersama etika dan tanggung jawab sosial. Baca Juga: Tahapan Tes TNI AD Bintara Lengkap dan Cara Persiapannya Contoh Penerapan dalam Tugas Sehari-hari Nilai keprajuritan tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana maupun tugas yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Contohnya: PPID TNI AD pernah menyebut delapan kewajiban tersebut perlu dijadikan sebagai “nadi” prajurit dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Penjelasan tersebut tersedia melalui publikasi resmi PPID TNI AD. Penerapan seperti inilah yang membedakan antara sekadar mengetahui isi pedoman dengan benar-benar menjalankannya. Hubungannya dengan Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi salah satu alasan hubungan prajurit dengan masyarakat mendapat perhatian besar. TNI bukan organisasi yang bekerja terpisah dari lingkungan sosial. Dalam berbagai tugas teritorial, prajurit berinteraksi langsung dengan masyarakat. Sikap selama interaksi tersebut dapat memengaruhi tingkat kepercayaan rakyat terhadap institusi. Pada April 2026, Menteri Pertahanan dalam pengarahan kepada prajurit Yonif TP 890/Gardha Sakti mengingatkan bahwa prajurit berasal dari rakyat dan memiliki kewajiban membela rakyat. Pesan itu tercatat dalam publikasi PPID TNI AD. Karena itu, keramahan, penghormatan, dan kemauan membantu masyarakat bukan sekadar nilai tambahan. Sikap tersebut berkaitan langsung dengan hubungan TNI dengan rakyat. FAQ 8 Wajib TNI Apa yang dimaksud dengan 8 Wajib TNI? 8 Wajib TNI adalah delapan pedoman perilaku prajurit dalam berhubungan dengan rakyat. Berapa jumlah 8 Wajib TNI? Terdapat delapan poin yang mengatur keramahan, kesopanan, kehormatan, keteladanan, serta tanggung jawab prajurit terhadap rakyat. Apa poin pertama 8 Wajib TNI? Poin pertama adalah bersikap ramah tamah terhadap rakyat. Apa poin terakhir 8 Wajib TNI? Poin terakhir adalah menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Apakah 8 Wajib TNI masih digunakan pada 2026? Ya. Nilai tersebut masih menjadi bagian dari pembinaan sikap dan karakter prajurit TNI. Apa inti dari 8 Wajib TNI? Intinya adalah menjaga hubungan baik dengan rakyat, menjadi teladan, tidak merugikan masyarakat, dan membantu mengatasi kesulitan rakyat. Kesimpulan 8 Wajib TNI merupakan pedoman perilaku prajurit terhadap rakyat. Delapan poinnya menekankan keramahan, sopan santun, kehormatan, keteladanan, larangan merugikan dan menakuti masyarakat, serta kewajiban membantu rakyat. Pada 2026, nilai tersebut tetap relevan dalam pembinaan karakter prajurit dan hubungan TNI dengan masyarakat. Sumber Referensi
