Urutan pangkat TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara memiliki tingkatan yang setara, tetapi beberapa sebutannya berbeda. Perbedaan paling terlihat pada kelompok perwira tinggi serta pangkat tamtama di TNI AL. Pangkat tertinggi TNI AD disebut Jenderal TNI, sedangkan di TNI AL disebut Laksamana TNI dan di TNI AU disebut Marsekal TNI.
Susunan pangkat prajurit TNI masih merujuk pada Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2010 tentang Administrasi Prajurit TNI. Peraturan tersebut telah diubah melalui PP Nomor 35 Tahun 2025 dan terakhir PP Nomor 10 Tahun 2026.
Perubahan terbaru mengatur beberapa aspek administrasi serta pemberian pangkat pertama, tetapi tidak mengganti daftar urutan pangkat TNI AD, AL, dan AU yang tercantum dalam Pasal 24.
Bagaimana Tingkatan Pangkat TNI Dibagi?

Secara umum, pangkat prajurit TNI dalam PP Nomor 39 Tahun 2010 dikelompokkan menjadi tiga golongan utama, yaitu:
- Perwira
- Bintara
- Tamtama
Dalam penggunaannya, ketiga golongan tersebut masih dibagi menjadi tingkatan yang lebih terperinci, yaitu:
- Perwira Tinggi atau Pati;
- Perwira Menengah atau Pamen;
- Perwira Pertama atau Pama;
- Bintara Tinggi;
- Bintara;
- Tamtama Kepala; dan
- Tamtama.
Pembagian tersebut antara lain ditampilkan dalam laman resmi tanda kepangkatan TNI AU. Di sana, Perwira Tinggi terdiri atas empat tingkatan, Perwira Menengah tiga tingkatan, Perwira Pertama tiga tingkatan, Bintara Tinggi dua tingkatan, Bintara empat tingkatan, Tamtama Kepala tiga tingkatan, dan Tamtama tiga tingkatan.
Jika dihitung berdasarkan daftar dalam PP Nomor 39 Tahun 2010, setiap matra memiliki 22 jenjang pangkat, mulai dari pangkat tertinggi hingga terendah.
Apa Pangkat Tertinggi dan Terendah di TNI?
Pangkat aktif tertinggi pada masing-masing matra adalah:
- Jenderal TNI untuk TNI Angkatan Darat;
- Laksamana TNI untuk TNI Angkatan Laut; dan
- Marsekal TNI untuk TNI Angkatan Udara.
Ketiganya merupakan pangkat Perwira Tinggi berbintang empat dan berada pada tingkat yang setara.
Sementara itu, pangkat reguler terendah adalah:
- Prajurit Dua untuk TNI AD;
- Kelasi Dua untuk TNI AL;
- Prajurit Dua untuk TNI AU; dan
- Prajurit Dua Marinir untuk Korps Marinir TNI AL.
Urutan Pangkat TNI AD, AL, dan AU dari Tertinggi ke Terendah
Perwira Tinggi TNI
Pangkat 1–4| No. | Tingkatan | TNI Angkatan Darat | TNI Angkatan Laut | TNI Angkatan Udara |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Perwira Tinggi | Jenderal TNI | Laksamana TNI | Marsekal TNI |
| 2 | Perwira Tinggi | Letnan Jenderal TNI | Laksamana Madya TNI | Marsekal Madya TNI |
| 3 | Perwira Tinggi | Mayor Jenderal TNI | Laksamana Muda TNI | Marsekal Muda TNI |
| 4 | Perwira Tinggi | Brigadir Jenderal TNI | Laksamana Pertama TNI | Marsekal Pertama TNI |
Perwira Menengah dan Perwira Pertama
Pangkat 5–10| No. | Tingkatan | TNI Angkatan Darat | TNI Angkatan Laut | TNI Angkatan Udara |
|---|---|---|---|---|
| 5 | Perwira Menengah | Kolonel | Kolonel | Kolonel |
| 6 | Perwira Menengah | Letnan Kolonel | Letnan Kolonel | Letnan Kolonel |
| 7 | Perwira Menengah | Mayor | Mayor | Mayor |
| 8 | Perwira Pertama | Kapten | Kapten | Kapten |
| 9 | Perwira Pertama | Letnan Satu | Letnan Satu | Letnan Satu |
| 10 | Perwira Pertama | Letnan Dua | Letnan Dua | Letnan Dua |
Bintara Tinggi dan Bintara
Pangkat 11–16| No. | Tingkatan | TNI Angkatan Darat | TNI Angkatan Laut | TNI Angkatan Udara |
|---|---|---|---|---|
| 11 | Bintara Tinggi | Pembantu Letnan Satu | Pembantu Letnan Satu | Pembantu Letnan Satu |
| 12 | Bintara Tinggi | Pembantu Letnan Dua | Pembantu Letnan Dua | Pembantu Letnan Dua |
| 13 | Bintara | Sersan Mayor | Sersan Mayor | Sersan Mayor |
| 14 | Bintara | Sersan Kepala | Sersan Kepala | Sersan Kepala |
| 15 | Bintara | Sersan Satu | Sersan Satu | Sersan Satu |
| 16 | Bintara | Sersan Dua | Sersan Dua | Sersan Dua |
Tamtama Kepala dan Tamtama
Pangkat 17–22| No. | Tingkatan | TNI Angkatan Darat | TNI Angkatan Laut | TNI Angkatan Udara |
|---|---|---|---|---|
| 17 | Tamtama Kepala | Kopral Kepala | Kopral Kepala | Kopral Kepala |
| 18 | Tamtama Kepala | Kopral Satu | Kopral Satu | Kopral Satu |
| 19 | Tamtama Kepala | Kopral Dua | Kopral Dua | Kopral Dua |
| 20 | Tamtama | Prajurit Kepala | Kelasi Kepala | Prajurit Kepala |
| 21 | Tamtama | Prajurit Satu | Kelasi Satu | Prajurit Satu |
| 22 | Tamtama | Prajurit Dua | Kelasi Dua | Prajurit Dua |
Catatan: Tabel disusun dari pangkat tertinggi menuju pangkat terendah. Nama pangkat pada tingkat Perwira Menengah, Perwira Pertama, Bintara, dan Tamtama Kepala umumnya sama, sedangkan beberapa nama pada Perwira Tinggi dan Tamtama TNI AL berbeda dari TNI AD dan AU.
Apakah Pangkat Sama dengan Jabatan?
Pangkat dan jabatan merupakan dua unsur berbeda dalam organisasi TNI. Pangkat menunjukkan tingkat prajurit dalam susunan keprajuritan, sedangkan jabatan menunjukkan posisi, tugas, dan tanggung jawab yang sedang dijalankan.
Sebagai contoh, Kolonel merupakan pangkat, sedangkan Komandan Satuan, Kepala Dinas, Asisten, atau pejabat staf merupakan jabatan. Nama jabatan yang dapat diduduki seorang prajurit disesuaikan dengan struktur organisasi, persyaratan, kecabangan, korps, pendidikan, serta kebutuhan TNI.
Karena itu, tidak semua prajurit berpangkat sama otomatis mempunyai tugas, kewenangan, atau jabatan yang sama.
Apakah Kenaikan Pangkat TNI Berlangsung Otomatis?

Kenaikan pangkat tidak diberikan hanya karena seorang prajurit telah menjalani masa dinas tertentu. PP Nomor 39 Tahun 2010 menyatakan bahwa setiap prajurit memperoleh kesempatan kenaikan pangkat berdasarkan prestasi, pola karier, dan pemenuhan persyaratan yang ditentukan. Kenaikan pangkat terdiri atas kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat khusus.
Kenaikan pangkat khusus dapat berkaitan dengan kondisi tertentu, termasuk kenaikan pangkat luar biasa atau penghargaan. Ketentuan administrasi kenaikan dan penurunan pangkat kemudian diperbarui melalui PP Nomor 35 Tahun 2025.
Daftar Isi
Baca juga: Latihan Soal Tes Masuk TNI Lengkap
Baca juga: Tips Jitu Lolos Tes Kesamaptaan TNI
Mini FAQ
Kalau belum siap fisik, masih bisa kejar tes kesamaptaan nggak?
Bisa banget, asal mulai latihan secara rutin dan bertahap. Fokuslah pada peningkatan kebugaran dan latihan khusus seperti lari dan push up sejak awal persiapan.
Lebih baik latihan fisik dulu atau belajar akademik barengan?
Kamu bisa melakukan keduanya secara bersamaan, tapi pastikan tidak overtraining. Bagi waktu belajar dan latihan fisik secara seimbang agar keduanya maksimal.
Gagal di tes kesehatan, masih bisa daftar lagi tahun depan nggak?
Bisa. Biasanya kamu diperbolehkan mendaftar kembali, asal memenuhi syarat kesehatan dan perbaikan yang dibutuhkan.
Tinggi badan kurang sedikit, masih ada peluang lolos nggak?
Standar tinggi badan bersifat ketat, tapi jika kekurangan tidak signifikan dan kamu unggul di aspek lain, ada peluang untuk lolos dengan catatan medis yang layak.
Tes psikologi TNI susah nggak dan gimana cara latihannya?
Tes psikologi menantang tapi bisa dilatih dengan rutin mengerjakan contoh soal psikotes dan mengikuti simulasi. Disiplin latihan membantu memahami pola soal dan menyiapkan mental.
