Kalau kamu sedang membidik seragam biru langit, wajar kalau pertanyaan soal gaji TNI AU ikut muncul di kepala. Banyak casis hanya mencari angka terbesar, padahal penghasilan prajurit terbentuk dari pangkat, masa kerja, jabatan, dan beberapa komponen tunjangan.
Artikel ini membantu kamu membaca angka resmi dengan lebih tenang. Kita akan membedakan gaji pokok, tunjangan kinerja, dan total penghasilan agar kamu tidak salah menafsirkan informasi yang beredar.
Daftar Isi
- 1. Cek Gaji Pokok TNI AU
- 2. Pahami Tunjangan Prajurit AU
- 3. Bandingkan Gaji Tiap Pangkat
- 4. Hitung Total Penghasilan
- 5. Siapkan Karier TNI AU
- Mini FAQ
- Ringkasan
1. Cek Gaji Pokok TNI AU

Pada Juni 2026, dasar gaji pokok TNI masih mengacu pada PP No. 6 Tahun 2024. Aturan ini mengubah lampiran PP No. 28 Tahun 2001 dan mulai berlaku untuk perhitungan sejak 1 Januari 2024.
Karena TNI AU berada dalam struktur TNI, matra udara memakai dasar gaji pokok yang sama dengan matra lain. Nah, dari sini kamu perlu memisahkan angka pokok dari tunjangan, fasilitas, potongan, dan komponen lain yang bisa membuat total penghasilan berbeda.
| Kelompok pangkat | Kisaran gaji pokok per bulan |
| Tamtama | Rp1.775.000 sampai Rp3.197.700 |
| Bintara | Rp2.272.100 sampai Rp4.355.400 |
| Perwira Pertama | Rp2.954.200 sampai Rp5.163.100 |
| Perwira Menengah | Rp3.240.200 sampai Rp5.663.000 |
| Perwira Tinggi | Rp3.553.800 sampai Rp6.405.500 |
Angka pada tabel tersebut adalah kisaran gaji pokok, bukan total bersih yang prajurit bawa pulang. Jadi, kalau kamu melihat angka berbeda di internet, cek dulu apakah angka itu membahas gaji pokok saja atau sudah mencampur tunjangan.
2. Pahami Tunjangan Prajurit AU

Gaji pokok hanya satu bagian dari penghasilan prajurit. Perpres No. 102 Tahun 2018 menyebut pegawai di lingkungan TNI menerima tunjangan kinerja setiap bulan setelah mempertimbangkan reformasi birokrasi, capaian organisasi, dan capaian individu.
Masalahnya, banyak pembaca menganggap semua prajurit otomatis membawa pulang angka yang sama. Padahal kelas jabatan, status jabatan, dan aturan satuan membuat komponen tunjangan prajurit TNI bisa berbeda.
2.1 Jenis Tunjangan Kinerja
Lampiran Perpres No. 102 Tahun 2018 memuat tunjangan kinerja kelas jabatan 1 sampai 17. Nominalnya bergerak dari Rp1.968.000 untuk kelas jabatan 1 sampai Rp29.085.000 untuk kelas jabatan 17.
Selain kelas jabatan umum, lampiran tersebut juga mencantumkan jabatan tertentu seperti KSAU sebesar Rp37.810.500 dan WAKASAU sebesar Rp34.902.000. Untuk casis, angka itu bukan janji penghasilan awal, melainkan gambaran bahwa jabatan punya pengaruh besar dalam struktur tunjangan.
| Contoh kelas atau jabatan | Tunjangan kinerja per bulan |
| Kelas jabatan 1 | Rp1.968.000 |
| Kelas jabatan 5 | Rp2.493.000 |
| Kelas jabatan 10 | Rp4.551.000 |
| Kelas jabatan 15 | Rp14.721.000 |
| Kelas jabatan 17 | Rp29.085.000 |
| KSAU | Rp37.810.500 |
2.2 Syarat Tunjangan Melekat
Perpres tersebut juga memberi batasan bagi pegawai yang tidak mempunyai jabatan tertentu, nonaktif, atau menjalani kondisi administratif tertentu. Selain itu, pejabat fungsional dengan tunjangan profesi mengikuti aturan selisih pada kelas jabatan yang sama.
Jadi, saat kamu menghitung penghasilan prajurit, jangan berhenti pada satu tangkapan layar tabel tunjangan. Kamu harus melihat status jabatan, penilaian kinerja, dan ketentuan satuan agar perhitungannya lebih masuk akal.
Baca Juga: Informasi Pendaftaran TNI 2026 : Jadwal dan Syarat Lengkap
3. Bandingkan Gaji Tiap Pangkat
Saat membahas gaji TNI AU, cara paling aman adalah membaginya menurut kelompok pangkat. Pembagian ini membantu kamu melihat jenjang Tamtama, Bintara, dan Perwira tanpa mencampur angka awal karier dengan pangkat senior.
Yang perlu kamu ingat, rentang di bawah ini merujuk pada gaji pokok per bulan. Setiap rentang bergerak mengikuti pangkat dan masa kerja golongan, sehingga dua prajurit dalam kelompok yang sama bisa menerima nominal pokok berbeda.
3.1 Gaji Tamtama AU
Untuk Tamtama, PP No. 6 Tahun 2024 menempatkan kisaran dari Prajurit Dua atau Kelasi Dua sebesar Rp1.775.000 sampai Rp2.741.300. Pada ujung kelompok ini, Kopral Kepala memiliki rentang Rp2.070.500 sampai Rp3.197.700.
Kalau kamu masuk dari jalur Tamtama, jangan membaca angka tertinggi sebagai angka awal. Nah, masa kerja dan kenaikan pangkat akan membuat nominal berkembang secara bertahap.
3.2 Gaji Bintara AU
Pada kelompok Bintara, rentang gaji pokok bergerak dari Sersan Dua sebesar Rp2.272.100 sampai Rp3.733.700. Untuk pangkat Pembantu Letnan Satu, rentangnya naik menjadi Rp2.650.300 sampai Rp4.355.400.
Banyak lulusan SMA atau SMK melirik jalur ini karena Bintara sering menjadi tulang punggung pelaksanaan tugas di satuan. Artinya, kamu perlu menyiapkan fisik, administrasi, dan mental dengan serius sejak masa pendaftaran.
3.3 Gaji Perwira AU
Untuk Perwira, rentangnya lebih lebar karena struktur pangkat mencakup Perwira Pertama, Menengah, dan Tinggi. PP No. 6 Tahun 2024 memuat kisaran dari Letnan Dua sebesar Rp2.954.200 sampai Rp4.779.300 hingga Marsekal sebesar Rp5.657.400 sampai Rp6.405.500.
Namun, Perwira tidak hanya membawa pangkat yang lebih tinggi. Mereka juga memikul tanggung jawab komando, keputusan, dan pembinaan personel, sehingga persiapan akademik serta mental sejak seleksi perlu kamu anggap serius.
Baca Juga: Tentara Wanita Disebut Apa ? Kenali Kowad, Kowal, Wara
4. Hitung Total Penghasilan
Rumus sederhana untuk membaca total penghasilan prajurit adalah gaji pokok + tunjangan kinerja + tunjangan lain yang memenuhi syarat – potongan. Dari sini, total gaji TNI AU bisa berbeda antara dua prajurit dengan pangkat sama jika jabatan, masa kerja, dan status keluarganya tidak sama.
Contohnya, prajurit baru mungkin baru melihat gaji pokok dan komponen dasar, sedangkan prajurit dengan jabatan tertentu bisa menerima tunjangan kinerja sesuai kelas jabatan. Jangan lupa, satuan juga bisa memiliki detail administrasi yang membuat angka bersih perlu kamu cek melalui slip gaji resmi.
Selain itu, jangan memakai simulasi dari orang lain sebagai patokan mutlak. Gunakan tabel resmi untuk memahami kerangka besarnya, lalu pahami bahwa angka riil mengikuti status dinas masing-masing prajurit.
5. Siapkan Karier TNI AU
Setelah tahu gambaran penghasilan, kamu tetap perlu menempatkan karier TNI AU sebagai pilihan hidup yang menuntut kesiapan penuh. Gaji memang penting, tetapi seleksi dan pendidikan menilai fisik, kesehatan, mental, akademik, disiplin, dan komitmen.
Nah, kalau kamu masih di tahap casis, gunakan informasi ini sebagai motivasi untuk menyiapkan diri lebih rapi. Mulai dari lari, kekuatan tubuh, berkas administrasi, sampai latihan soal harus kamu susun dengan jadwal yang realistis.
Yang paling penting, jangan membangun ekspektasi hanya dari angka tertinggi di tabel. Kamu akan lebih siap kalau sejak awal memahami bahwa penghasilan berkembang bersama pangkat, masa dinas, jabatan, dan tanggung jawab.
Mini FAQ
Apakah gaji TNI AU sama dengan TNI AD dan TNI AL?
Gaji pokok anggota TNI mengacu pada aturan yang sama, termasuk untuk matra udara, darat, dan laut. Perbedaan total penghasilan biasanya muncul dari jabatan, masa kerja, penempatan, tunjangan, dan kondisi administrasi masing-masing prajurit.
Berapa gaji pokok awal prajurit TNI AU?
Jika mengacu pada kelompok Tamtama paling awal, Prajurit Dua atau Kelasi Dua memiliki rentang gaji pokok Rp1.775.000 sampai Rp2.741.300 per bulan. Namun, jalur masuk, pangkat awal, dan masa kerja golongan tetap menentukan angka yang berlaku untuk prajurit tertentu.
Apakah tunjangan kinerja langsung sama untuk semua prajurit?
Tidak, tunjangan kinerja mengikuti kelas jabatan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI. Karena itu, prajurit dengan pangkat sama belum tentu memiliki total penghasilan yang sama.
Apakah gaji pokok sudah termasuk tunjangan?
Belum, gaji pokok dan tunjangan merupakan komponen yang berbeda. Saat menghitung penghasilan, kamu perlu memisahkan gaji pokok, tunjangan kinerja, tunjangan lain, dan potongan agar hasilnya tidak keliru.
Apakah angka gaji bisa berubah lagi?
Bisa, pemerintah dapat mengubah aturan gaji melalui regulasi baru. Karena itu, kamu sebaiknya mengecek sumber resmi ketika membutuhkan angka terbaru untuk perencanaan karier atau persiapan seleksi.
Ringkasan
Gaji TNI AU bukan satu angka tunggal, karena penghasilan prajurit terdiri dari gaji pokok, tunjangan kinerja, tunjangan lain yang memenuhi syarat, dan potongan. Pada Juni 2026, gaji pokok anggota TNI dalam artikel ini mengacu pada PP No. 6 Tahun 2024, sedangkan tunjangan kinerja mengacu pada Perpres No. 102 Tahun 2018.
Buat kamu yang sedang menyiapkan seleksi, jadikan informasi ini sebagai gambaran karier, bukan satu-satunya alasan memilih TNI AU. Kalau kamu ingin latihan fisik, akademik, dan strategi seleksi yang lebih terarah, kamu bisa mulai belajar bersama jadiprajurit.id.
Sumber Referensi
- PERATURAN.BPK.GO.ID – Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga Belas atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia
- PERATURAN.BPK.GO.ID – Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 102 Tahun 2018 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia
