Pendaftaran Bintara TNI AU Cek Syarat Fisik, Umur, & Tahapan Seleksinya

Pendaftaran Bintara TNI AU

Pendaftaran Bintara TNI AU yang sedang berlangsung pada September 2026 adalah penerimaan Bintara PK Pria TNI AU Gelombang III/A-59 Tahun Anggaran 2026. Jadwal pendaftaran online dibuka pada 10 Agustus dan berakhir 13 September 2026. Penerimaan ini khusus calon pria.

Calon dari SMA/MA/SMK maupun D-3 dapat mendaftar sesuai persyaratan. Namun, batas usia, tinggi badan, kesehatan, dan proses verifikasi di Panitia Daerah atau Panda harus benar-benar diperhatikan karena registrasi online saja belum menyelesaikan seluruh proses pendaftaran.

Status dan Jadwal Pendaftaran Bintara TNI AU 2026

Per 7 September 2026, masa Pendaftaran Bintara TNI AU Gelombang III/A-59 masih berada dalam periode pendaftaran yang diumumkan, yaitu sampai 13 September 2026.

Penerimaan tersebut mengacu pada Pengumuman Nomor Peng/3/VIII/2026 tentang Penyediaan Bintara PK Pria TNI Angkatan Udara Gelombang III/A-59 TA 2026.

KegiatanJadwal/Keterangan
Pendaftaran online10 Agustus–13 September 2026
VerifikasiDilakukan di Panda/Lanud yang dipilih
Seleksi tingkat pusatRencana 23 Oktober–12 November 2026
Lokasi seleksi pusatLanud Adi Soemarmo
Pembukaan pendidikanRencana 14 November 2026
Pangkat setelah pendidikan pertamaSersan Dua (Serda)

Jadwal seleksi pusat dan pembukaan pendidikan masih menggunakan keterangan rencana. Peserta tetap perlu memantau perubahan dari portal Rekrutmen TNI AU maupun Panda masing-masing.

Portal Resmi Rekrutmen TNI AU

Baca Juga: TNI AU Rekrutmen 2026 Dibuka, Cek Syarat & Cara Daftar

Syarat Umur dan Pendidikan Bintara TNI AU

Persyaratan usia berbeda berdasarkan jenjang pendidikan calon.

PendidikanKetentuan Usia
SMA/MA/SMKMinimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 24 tahun
D-3Maksimal 25 tahun
Dasar perhitungan usiaSaat rencana pembukaan pendidikan 14 November 2026

Untuk Gelombang III/A-59, lulusan SMA/MA/SMK semua jurusan dan kejuruan dapat mengikuti penerimaan. Sementara itu, lulusan D-3 hanya diterima dari bidang keahlian tertentu yang tercantum dalam pengumuman.

Calon juga harus memenuhi persyaratan umum seperti:

  • Warga Negara Indonesia;
  • beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  • setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945;
  • sehat jasmani dan rohani;
  • tidak memiliki catatan kriminalitas yang dinyatakan secara tertulis oleh Polri;
  • tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Penerimaan Gelombang III yang sedang berjalan ditujukan khusus calon pria. Jangan menggunakan ketentuan Gelombang II pria dan wanita sebagai acuan untuk penerimaan saat ini.

Baca Juga: Bintara TNI AU Terbaru Cek Syarat, Gaji, & Portal Resminya

Syarat Fisik dan Kesehatan Bintara TNI AU

Syarat fisik menjadi salah satu bagian penting yang diperiksa dalam penerimaan.

Untuk calon Bintara PK Pria Gelombang III/A-59, tinggi badan minimal adalah:

163 cm

dengan berat badan seimbang atau ideal sesuai ketentuan yang berlaku.

Tidak ada ketentuan resmi pada pengumuman yang menyatakan peserta dengan tinggi di bawah 163 cm akan memperoleh toleransi. Karena itu, jangan mengandalkan informasi mengenai “selisih sedikit masih bisa lolos”.

Ketentuan kesehatan yang perlu diperhatikan

Pengumuman Gelombang III juga memuat ketentuan kesehatan lebih rinci. Beberapa di antaranya:

  • tidak buta warna;
  • tidak memiliki riwayat TB Paru aktif;
  • tidak pernah menjalani terapi Ortho-K;
  • memenuhi ketentuan untuk riwayat operasi tertentu;
  • tidak bertato atau memiliki bekas tato;
  • tidak bertindik atau memiliki bekas tindik, kecuali karena adat;
  • memenuhi seluruh pemeriksaan kesehatan panitia.

Untuk peserta yang pernah menjalani bedah refraksi mata, pengumuman memberikan aturan khusus. Jenis tindakan yang diperbolehkan meliputi PRK, Lasik, dan ReLEx SMILE dengan persyaratan medis tertentu, termasuk kondisi penglihatan serta waktu tindakan sebelum seleksi.

Karena pemeriksaan kesehatan bersifat teknis dan individual, hasil kelayakan tetap ditentukan oleh tim kesehatan TNI AU, bukan berdasarkan pemeriksaan mandiri.

Dokumen dan Ketentuan Lain yang Harus Dipenuhi

Selain umur dan kondisi fisik, calon perlu menyiapkan dokumen sesuai ketentuan penerimaan.

Beberapa dokumen yang perlu diperhatikan antara lain:

  • ijazah SD;
  • ijazah SMP/SLTP;
  • ijazah SMA/MA/SMK;
  • SKHUN apabila dipersyaratkan;
  • rapor asli SMA/MA/SMK;
  • KTP;
  • Kartu Keluarga;
  • kartu BPJS/Jaminan Kesehatan aktif;
  • bukti pembayaran BPJS terakhir;
  • dokumen D-3 dan sertifikat kompetensi jika dipersyaratkan;
  • persetujuan orang tua bagi calon yang belum berusia 21 tahun.

Lulusan SMA/MA tahun 2020, 2021, dan 2022 tidak diminta melampirkan SKHUN pada ketentuan penerimaan ini. Selain itu, fotokopi KTP dan KK tidak memerlukan legalisasi, tetapi panitia tetap melakukan pemeriksaan keabsahan dokumen.

Calon juga harus belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan pertama sampai dua tahun setelah selesai pendidikan pertama.

Ketentuan lainnya mencakup kesediaan:

  • menjalani ikatan dinas pertama selama 10 tahun;
  • ditempatkan di seluruh wilayah NKRI;
  • mengikuti seluruh pemeriksaan dan pengujian;
  • mematuhi aturan pendidikan dan keprajuritan yang berlaku.

Cara Daftar Bintara TNI AU dan Verifikasi Panda

Pendaftaran dilakukan melalui portal Rekrutmen TNI Angkatan Udara.

Alurnya:

  1. Buka Portal Rekrutmen TNI AU.
  2. Pilih penerimaan Bintara Gelombang III.
  3. Baca Pengumuman Gelombang III/A-59 TA 2026.
  4. Isi formulir pendaftaran menggunakan data asli.
  5. Lengkapi data pendidikan.
  6. Pilih Panda atau Lanud yang tersedia.
  7. Simpan atau cetak formulir sesuai arahan sistem.
  8. Ikuti proses verifikasi di Panda yang dipilih.
  9. Bawa dokumen asli dan dokumen pendukung.
  10. Jalani pemeriksaan fisik awal.

Tahap verifikasi tidak boleh dilewatkan. Pengumuman menyebut calon harus hadir atau melakukan daftar ulang di Panda untuk memeriksa keabsahan persyaratan pada formulir online serta menjalani pemeriksaan fisik awal berupa tinggi dan berat badan.

Jadi, berhasil mengisi formulir secara online tidak otomatis berarti peserta telah lolos proses administrasi.

Periksa jadwal Panda masing-masing setelah melakukan registrasi karena waktu verifikasi dapat mengikuti pengaturan panitia daerah.

Baca Juga: Bintara TNI AU Rekrutmen Syarat Pendaftaran, Jadwal, & Cara Daftar

Tahapan Seleksi Bintara TNI AU

Artikel lama sering menyebut “tes akademik” sebagai tahapan yang pasti ada. Untuk Gelombang III/A-59, hal tersebut sebaiknya tidak ditulis sebagai tahapan tersendiri yang pasti karena pengumuman penerimaan yang tersedia tidak merinci urutan seluruh pengujian Gelombang III satu per satu.

Sebagai gambaran berdasarkan seleksi resmi Bintara PK TNI AU Gelombang II/A-58 tahun 2026, TNI AU telah mempublikasikan tahapan tingkat daerah yang mencakup:

  • pemeriksaan administrasi;
  • pemeriksaan kesehatan;
  • seleksi psikologi;
  • kesamaptaan jasmani;
  • penelitian personel atau Litpers;
  • skrining Polisi Militer;
  • Pantukhir Daerah;
  • seleksi tingkat pusat bagi peserta yang dinyatakan lolos.

Publikasi resmi Lanud Maimun Saleh mencatat rangkaian pemeriksaan administrasi, skrining POM, psikologi, kesehatan tahap I dan II, kesamaptaan, dan Litpers. Sementara itu, publikasi Pantukhirda TNI AU menunjukkan hasil administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi, serta mental ideologi menjadi bagian penilaian calon sebelum tahap pusat.

Urutan maupun teknis Pendaftaran Bintara TNI AU Gelombang III tetap harus mengikuti instruksi Panda karena tidak semua penerimaan harus memiliki urutan yang identik.

Tes kesamaptaan jasmani

Pada seleksi Bintara PK TNI AU 2026, publikasi resmi TNI AU mencatat materi kesamaptaan berupa:

  • lari 12 menit;
  • pull-up;
  • sit-up;
  • push-up;
  • shuttle run;
  • renang.

Namun, TNI AU tidak mencantumkan satu angka minimum universal untuk jumlah repetisi atau jarak lari dalam publikasi tersebut.

Karena itu, klaim seperti “lari wajib 2.400 meter” atau “push-up minimal sekian kali” tidak boleh dianggap sebagai standar resmi Gelombang III apabila tidak tercantum dalam pengumuman panitia.

Tes psikologi

Seleksi psikologi merupakan bagian yang telah digunakan pada penerimaan Bintara PK TNI AU 2026. Tujuannya berkaitan dengan penilaian kondisi psikologis dan kesiapan calon prajurit.

Tidak ada dasar resmi untuk memastikan bahwa jenis tes tertentu seperti Wartegg, gambar pohon, atau tes gambar rumah pasti keluar dalam setiap penerimaan.

Ikuti format dan instruksi yang diberikan panitia saat seleksi.

Pantukhir Daerah

Pantukhirda merupakan tahap akhir seleksi di tingkat daerah untuk menentukan calon yang layak melanjutkan ke seleksi tingkat pusat.

TNI AU menjelaskan penilaian dilakukan secara menyeluruh berdasarkan hasil tahapan sebelumnya. Peserta yang lolos Pantukhirda kemudian mengikuti seleksi pusat, termasuk yang dipusatkan di Lanud Adi Soemarmo pada penerimaan Bintara 2026.

Seluruh proses seleksi dilaksanakan dengan prinsip objektif, transparan, dan akuntabel.

Mini FAQ Pendaftaran Bintara TNI AU

Kapan Pendaftaran Bintara TNI AU 2026 ditutup?

Pendaftaran Bintara PK Pria TNI AU Gelombang III/A-59 TA 2026 dijadwalkan berakhir pada 13 September 2026.

Berapa umur maksimal daftar Bintara TNI AU?

Untuk Gelombang III/A-59, lulusan SMA/MA/SMK maksimal berusia 24 tahun, sedangkan lulusan D-3 maksimal 25 tahun pada saat rencana pembukaan pendidikan 14 November 2026.

Berapa tinggi badan minimal Bintara TNI AU pria?

Tinggi badan minimal calon Bintara PK Pria Gelombang III/A-59 adalah 163 cm dengan berat badan seimbang atau ideal sesuai ketentuan.

Apakah tinggi badan kurang dari 163 cm masih ditoleransi?

Pengumuman penerimaan tidak menyebut adanya toleransi untuk tinggi di bawah batas minimum. Karena itu, gunakan 163 cm sebagai persyaratan minimal yang harus dipenuhi.

Apakah lulusan SMK bisa daftar Bintara TNI AU 2026?

Bisa. Penerimaan Gelombang III/A-59 menerima lulusan SMA/MA/SMK sesuai ketentuan yang tercantum dalam pengumuman.

Apakah Pendaftaran Bintara TNI AU cukup dilakukan online?

Tidak. Setelah registrasi online, calon harus mengikuti verifikasi di Panda atau Lanud untuk pemeriksaan dokumen dan fisik awal.

Apa saja tes fisik Bintara TNI AU?

Pada seleksi Bintara PK TNI AU 2026 yang telah dipublikasikan secara resmi, tes kesamaptaan meliputi lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, dan renang. Teknis Gelombang III tetap mengikuti arahan panitia.

Apakah ada tes akademik Bintara TNI AU Gelombang III?

Pengumuman Gelombang III yang tersedia tidak merinci tes akademik sebagai tahapan tersendiri. Karena itu, jangan menganggapnya pasti ada sebelum terdapat ketentuan resmi dari panitia.

Apakah seleksi Bintara TNI AU dipungut biaya?

Proses penerimaan prajurit TNI AU dinyatakan tidak dipungut biaya. Waspadai pihak yang meminta uang dengan janji dapat membantu kelulusan.

Ringkasan

Pendaftaran Bintara TNI AU Gelombang III/A-59 TA 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus–13 September 2026 dan khusus ditujukan untuk calon pria.

Lulusan SMA/MA/SMK memiliki batas usia minimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 24 tahun, sedangkan lulusan D-3 maksimal 25 tahun pada saat rencana pembukaan pendidikan. Tinggi badan minimal calon pria adalah 163 cm dengan berat badan seimbang atau ideal.

Setelah registrasi online, peserta tetap wajib menjalani verifikasi di Panda/Lanud. Dalam seleksi Bintara TNI AU 2026, tahapan yang telah dipublikasikan TNI AU mencakup administrasi, kesehatan, psikologi, kesamaptaan, Litpers, skrining POM, Pantukhirda, dan seleksi tingkat pusat. Urutan Gelombang III tetap mengikuti ketentuan panitia yang sedang berlaku.

Gunakan portal Rekrutmen TNI AU sebagai acuan utama dan jangan mempercayai informasi mengenai toleransi tinggi badan, standar fisik, atau tahapan tes tertentu jika tidak didukung pengumuman resmi.

Siap Lolos Tes TNI?

Konsultasi langsung persiapan tes TNI bersama mentor berpengalaman. Tingkatkan peluang lolos seleksi TNI.

KODE PROMO JADIPRAJURIT 5-9 September 2026 (Artikel)
KODE PROMO JADIPRAJURIT 5-9 September 2026 (Artikel)
previous arrow
next arrow