Tes jasmani pendaftaran TNI – Tes jasmani pendaftaran TNI adalah salah satu tahap paling penting dalam proses seleksi calon prajurit. Tes ini bertujuan untuk menilai kesiapan fisik, daya tahan, dan kemampuan motorik peserta agar sesuai dengan standar ketahanan tubuh seorang anggota militer.
Banyak calon yang gugur bukan karena kurang cerdas, tetapi karena tidak siap secara fisik. Tes jasmani menjadi bukti bahwa semangat dan fisik prima harus berjalan beriringan. Oleh karena itu, memahami jenis tes, standar nilai, dan strategi latihan yang tepat sangat penting agar peluang lolos semakin besar.

Persyaratan Fisik Dasar untuk Mengikuti Tes Jasmani TNI
Sebelum menghadapi tes jasmani, calon peserta harus memenuhi beberapa persyaratan fisik dasar. Syarat ini ditetapkan oleh institusi militer agar seleksi berjalan objektif dan hanya calon yang benar-benar siap yang bisa lanjut ke tahap berikutnya.
1. Tinggi dan Berat Badan
- Pria: minimal 163 cm
- Wanita: minimal 157 cm
- Berat badan: harus seimbang dan proporsional dengan tinggi badan (berdasarkan indeks massa tubuh).
Jika berat badan terlalu rendah atau berlebih, peserta disarankan untuk menyesuaikan terlebih dahulu sebelum mendaftar.
2. Kesehatan Mata dan Gigi
- Tidak buta warna
- Tidak memakai kacamata atau lensa kontak
- Gigi tidak berlubang dan rapi
3. Kesehatan Umum
- Tidak memiliki penyakit bawaan
- Tidak bertato atau bertindik
- Tidak pernah terlibat kasus hukum
- Bebas narkoba dan rokok
Jenis Tes Jasmani Pendaftaran TNI
Tes jasmani TNI dikenal juga dengan istilah Garjas (Kesamaptaan Jasmani). Umumnya, tes ini terdiri dari dua bagian besar: Garjas A dan Garjas B.
Berikut rincian lengkapnya:
1. Lari 12 Menit (Garjas A)
Tes lari ini bertujuan untuk mengukur daya tahan jantung dan paru-paru. Peserta diharuskan berlari sejauh mungkin selama 12 menit.
- Jarak minimal yang dianggap baik untuk pria adalah sekitar 2.400 meter.
- Untuk wanita, jarak sekitar 2.000 meter dianggap cukup baik.
Tips:
- Latihan interval (lari cepat dan lambat bergantian) bisa meningkatkan stamina.
- Fokus pada pernapasan dan irama langkah agar tidak cepat lelah.
2. Pull Up / Chinning
Tes ini menilai kekuatan otot punggung dan lengan.
- Pria: melakukan pull up dari posisi bergantung, menaikkan tubuh hingga dagu melewati palang.
- Wanita: umumnya melakukan chinning dengan durasi tertentu.
Target ideal: 12–18 kali untuk pria.
Tips: latihan otot punggung dan bahu secara rutin dengan resistance band atau alat bantu.
3. Push Up
Tes ini menilai kekuatan otot dada dan bahu.
- Dilakukan selama 1 menit.
- Gerakan harus sempurna: tubuh lurus, dada hampir menyentuh lantai, dan siku menekuk 90 derajat.
Target ideal:
- Pria: 35–45 kali per menit
- Wanita: 30–35 kali per menit
4. Sit Up
Tes ini menguji kekuatan otot perut.
- Dilakukan selama 1 menit.
- Posisi lutut menekuk, tangan disilangkan di dada, dan tubuh diangkat hingga menyentuh paha.
Target ideal:
- Pria: 35–40 kali
- Wanita: 30–35 kali
5. Shuttle Run (Lari Bolak-Balik)
Tes ini bertujuan mengukur kelincahan dan kecepatan. Peserta harus berlari bolak-balik dalam lintasan pendek (biasanya 10 meter × 6 kali).
Tips:
- Fokus pada perubahan arah yang cepat dan stabilitas kaki.
- Gunakan sepatu olahraga ringan agar pergerakan lebih lincah.
6. Renang 50 Meter
Tes renang biasanya dilakukan dengan gaya dada atau gaya bebas. Tujuannya adalah menilai kemampuan bertahan di air serta daya tahan fisik.
Target ideal: menyelesaikan 50 meter dengan waktu terbaik.
Tips:
- Latihan renang secara rutin minimal 2–3 kali seminggu.
- Fokus pada teknik pernapasan dan efisiensi gerakan.

Baca juga: Terbaru 2025: Panduan Lengkap Syarat Tinggi Badan TNI Terbaru
Standar Nilai Tes Jasmani TNI
Setiap item tes memiliki bobot nilai tersendiri. Hasil penilaian kemudian digabungkan menjadi total skor Garjas. Umumnya, nilai minimal kelulusan berada pada kategori “Cukup”, namun nilai “Baik” hingga “Sangat Baik” akan meningkatkan peluang untuk lolos.
Contoh klasifikasi umum:
| Kategori | Skor | Keterangan |
|---|---|---|
| Sangat Baik | 90–100 | Performa fisik sangat prima |
| Baik | 80–89 | Siap mengikuti pendidikan dasar |
| Cukup | 70–79 | Masih perlu peningkatan fisik |
| Kurang | <70 | Tidak memenuhi standar |
Strategi Latihan untuk Lolos Tes Jasmani TNI
Agar dapat mencapai hasil maksimal, calon peserta disarankan untuk mempersiapkan diri secara konsisten minimal 8–12 minggu sebelum tes.
1. Program Latihan Mingguan
- Senin: Lari jarak sedang (4–6 km)
- Selasa: Latihan kekuatan (push up, sit up, pull up)
- Rabu: Renang 30–45 menit
- Kamis: Lari interval (lari cepat dan lambat bergantian)
- Jumat: Shuttle run dan latihan kelincahan
- Sabtu: Olahraga ringan seperti bersepeda atau senam
- Minggu: Istirahat aktif (jalan santai, stretching)
2. Pola Makan dan Gaya Hidup
- Konsumsi makanan tinggi protein seperti telur, ayam, dan ikan.
- Hindari gorengan, minuman manis, dan junk food.
- Minum air putih minimal 2 liter per hari.
- Tidur cukup 7–8 jam setiap malam.
Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Peserta
| Kesalahan | Dampak | Solusi |
|---|---|---|
| Latihan mendadak menjelang tes | Cedera dan kelelahan | Latihan minimal 2 bulan sebelumnya |
| Salah teknik gerakan | Nilai tidak dihitung | Latih teknik standar TNI |
| Kurang pemanasan | Risiko cedera otot | Lakukan peregangan 10–15 menit sebelum tes |
| Makan berat sebelum tes | Perut kembung dan mual | Konsumsi makanan ringan 2 jam sebelum tes |
| Kurang istirahat | Daya tahan menurun | Tidur cukup dan hindari stres |
Kisah Nyata Peserta yang Berhasil Lolos Tes Jasmani
Contoh 1:
Dani, calon Bintara TNI AD, awalnya hanya mampu lari sejauh 2.000 meter. Setelah latihan 10 minggu, ia berhasil mencapai 2.700 meter dan meningkatkan push up dari 20 menjadi 45 kali. Dengan kedisiplinan dan strategi latihan yang benar, Dani dinyatakan lulus tahap jasmani.
Contoh 2:
Sinta, calon Tamtama TNI AL, fokus pada latihan renang dan pernapasan. Awalnya sulit menempuh 50 meter, namun dalam dua bulan ia mampu menyelesaikan renang dengan waktu 43 detik dan lolos seleksi.
Kedua kisah ini membuktikan bahwa latihan teratur dan persiapan mental yang kuat mampu membawa hasil maksimal.
Tips Hari-H Tes Jasmani
- Datang lebih awal dari jadwal yang ditentukan.
- Gunakan sepatu olahraga yang sudah terbiasa dipakai.
- Lakukan pemanasan dan peregangan sebelum tes.
- Fokus pada teknik, bukan sekadar kecepatan.
- Kendalikan napas dan tetap tenang selama ujian.
Baca juga: Pendaftaran PA PK TNI 2025 : Persyaratan, Tahapan Dan Seleksi
Program Premium Jadi Prajurit 2025
🚨MAU LOLOS TNI 2025?🚨Bisa Lolos TNI 2025 Hanya di Sini Aja Aplikasi JadiPrajurit Bimbel Tes Psikologi, Akademik & Litpers.


📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiPRAJURIT: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELTNI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiPrajurit karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal TNI 2025!!!
- Dapatkan ribuan soal TNI 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi TNI 2025 (Update)
- Ratusan Latsol TNI 2025 (Update)
- Puluhan paket Simulasi Tes TNI
- dan masih banyak lagi yang lainnya