Persyaratan Tes TNI AD Lengkap yang Jarang Dibongkar Calon Prajurit Wajib Tahu!

Sunt consectetur elit fugiat laborum incididunt proident irure.

Persyaratan Tes TNI AD adalah “gerbang resmi” yang harus kamu lewati sebelum benar-benar bisa memakai seragam hijau kebanggaan TNI Angkatan Darat.

Bukan cuma soal lari 12 menit atau tinggi badan, tapi paket lengkap: administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi, sampai mental ideologi. Di seleksi 2025–2026, persaingan makin ketat, kuota terbatas, dan sedikit saja salah paham soal syarat bisa bikin kamu gugur bahkan sebelum sempat unjuk kemampuan.

Karena itu, kamu perlu paham bukan hanya “apa saja syaratnya”, tapi juga “di titik mana kebanyakan casis jatuh” dan bagaimana mengantisipasinya sejak jauh hari.

Di artikel ini, kita bedah tuntas persyaratan tes TNI AD untuk jalur Tamtama, Bintara, dan Akmil/Perwira dengan bahasa yang santai tapi tetap teknis.

Kamu akan melihat gambaran utuh: mulai dari jalur yang tersedia, batas usia, pendidikan, fisik, alur pendaftaran, jenis tes, sampai trik menghindari kesalahan-kesalahan klasik yang sering bikin casis pulang sebelum waktunya.

Di sela-sela pembahasan, akan diselipkan juga “cheat sheet” ala senior untuk bagian psikotes gambar (Wartegg/Draw A Person) yang sering menjebak, karena ini salah satu titik seleksi yang banyak diremehkan.

Memahami Dulu: Jalur Masuk & Gambaran Besar Persyaratan Tes TNI AD

Sebelum ngomong detail persyaratan tes tni ad, kamu harus paham dulu “pintu masuk” ke TNI AD itu ada apa saja. Secara garis besar, ada tiga jalur utama:

  1. Tamtama Prajurit Karier (PK) TNI AD
    Ini level prajurit paling dasar, fokus ke prajurit tempur. Banyak yang mulai karier dari sini, terutama yang pendidikan formalnya belum terlalu tinggi (minimal SMP/sederajat, diutamakan SMA/SMK/MA).
  2. Bintara PK TNI AD
    Di level ini kamu sudah disiapkan jadi pemimpin regu/peleton kecil. Minimal pendidikan umumnya SMA/SMK/MA atau Paket C yang terakreditasi. Ada juga Bintara keahlian khusus yang butuh D3/D4/S1.
  3. Akmil / Perwira Karier TNI AD
    Ini jalur calon perwira. Untuk Taruna Akmil biasanya minimal SMA/MA (jurusan tertentu), sedangkan Perwira Karier umumnya dari lulusan S1/D4 (dokter, tenaga ahli, dan lain-lain).

Walaupun jalurnya beda, pola persyaratan tes TNI AD itu mirip:

  • Pendaftaran & verifikasi administrasi
  • Pemeriksaan kesehatan (rikkes)
  • Tes jasmani/kesamaptaan
  • Tes psikologi & mental ideologi
  • Diakhiri sidang penentuan akhir berdasarkan nilai total dan kuota

Artinya, kalau kamu cuma fokus lari dan push-up tapi mengabaikan administrasi, gigi, atau psikotes, peluang gugur tetap besar. Di bawah ini kita kupas satu per satu.

Memahami Dulu: Jalur Masuk & Gambaran Besar Persyaratan Tes TNI AD

Persyaratan Umum: Fondasi, Usia, Fisik, dan Detail Teknis yang Sering Menjebak

Bagian ini adalah “filter awal” dalam persyaratan tes tni ad. Kalau tidak memenuhi, sistem bisa langsung menolak saat pendaftaran online, atau kamu gugur di administrasi awal.

Secara umum, untuk Tamtama, Bintara, dan sebagian besar jalur perwira, syarat umumnya:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
    Jelas, ini mutlak. Dibuktikan dengan KTP/KK yang valid.
  2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
    Harus menganut salah satu agama yang diakui atau penghayat kepercayaan. Ini nanti juga nyambung ke tes mental ideologi.
  3. Setia kepada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945
    Bukan sekadar slogan. Di tes mental ideologi dan wawancara, sikap dan jawabanmu akan di-crosscheck dengan poin ini.
  4. Tidak memiliki catatan kriminal
    Dibuktikan dengan SKCK dari Kepolisian. SKCK harus terbaru, bukan yang sudah lama mengendap.
  5. Sehat jasmani dan rohani, tidak cacat tubuh
    Ini akan diperiksa detail di rikkes: jantung, paru, tulang, kulit, organ dalam, dan sebagainya.
  6. Tidak buta warna (total maupun parsial)
    Terutama untuk jalur prajurit tempur. Tes buta warna biasanya pakai buku Ishihara.
  7. Tidak berkacamata (visus normal) untuk jalur tempur (Tamtama/Bintara/Akmil)
    Mata minus, plus, atau silinder biasanya langsung jadi masalah di rikkes.
  8. Tidak bertato/bekas tato dan tidak bertindik/bekas tindik
    Kecuali tindik karena adat dengan surat keterangan resmi. Tato kecil pun bisa jadi masalah kalau dinilai mengganggu.
  9. Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama pendidikan dan ± 2 tahun setelah Dikma (terutama Bintara/Akmil, dan umumnya juga diberlakukan di Tamtama)
    Ini soal kesiapan total untuk fokus pendidikan militer.
  10. Memiliki kartu BPJS/KIS aktif
    Sering disepelekan, padahal ini syarat wajib. Satu NIK dan satu nomor BPJS hanya boleh dipakai daftar sekali dalam satu siklus penerimaan.
  11. Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) sekitar 10 tahun (untuk Bintara dan biasanya Akmil)
    Jadi bukan kerja “coba-coba”, tapi komitmen jangka panjang.
  12. Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan
    Kalau pernah terlibat kasus hukum berat, ini bisa jadi penghalang.
  13. Bebas KKN dan penyuapan
    Kamu akan diminta membuat surat pernyataan tidak menyuap. Kalau ketahuan main uang, meski nilai bagus, bisa langsung gugur atau dikeluarkan dari Dikma.

Semua poin di atas adalah pondasi. Banyak casis yang sebenarnya kuat di fisik dan psikotes, tapi gugur karena hal administratif seperti SKCK, BPJS, atau status perkawinan yang tidak jujur.

Bagian berikutnya dari persyaratan tes tni ad yang wajib kamu cek adalah usia dan pendidikan. Ini sering jadi penentu “boleh daftar atau tidak” bahkan sebelum tes apa pun dimulai.

Batas Usia TNI AD (Update 2025–2026)

Untuk periode sekitar 2026-01-08, pola usia yang banyak dipakai:

  1. Tamtama PK TNI AD 2026

    Minimal: 17 tahun 10 bulan

    Maksimal: 24 tahun

    Dihitung pada saat pembukaan pendidikan (sekitar 21–26 Maret 2026, tergantung pengumuman resmi).
  2. Bintara PK TNI AD 2026

    Minimal: 17 tahun 10 bulan

    Maksimal: 24 tahun 0 bulan

    Juga dihitung saat pembukaan pendidikan (misalnya 26 Maret 2026).

Beberapa panduan umum menyebut minimal 17 tahun 9–10 bulan dan maksimal 22–24 tahun tergantung update aturan. Intinya, kamu wajib cek pengumuman resmi tahun berjalan, lalu cocokkan dengan tanggal lahirmu secara teliti.

Kabar baiknya, selama usia masih memenuhi, kamu boleh mencoba seleksi berkali-kali. Tidak ada batas resmi jumlah percobaan, selama tidak melanggar aturan lain.

Persyaratan Pendidikan

Masih dalam paket persyaratan tes tni ad, pendidikan juga jadi filter besar:

  1. Tamtama PK TNI AD

    Minimal: SMP/sederajat

    Diutamakan: SMA/SMK/MA

    Beberapa pengumuman 2026 juga menerima lulusan SMA/SMK/MA hingga S1/D4/D3/D1 sebagai batas atas. Paket C umumnya boleh, asalkan sekolah/penyelenggaranya terakreditasi.
  2. Bintara PK TNI AD

    Minimal: SMA/SMK/MA atau Paket C terakreditasi.

    Untuk Bintara keahlian (misalnya kesehatan, teknik), bisa disyaratkan D3/D4/S1.
  3. Akmil / Perwira Karier

    Akmil: biasanya minimal SMA/MA (jurusan tertentu, misalnya IPA/IPS sesuai kebutuhan).

    Perwira Karier: umumnya S1/D4 (dokter, tenaga ahli, dan lain-lain).

Satu hal yang sering bikin gugur di administrasi: data ijazah tidak sinkron dengan akta lahir atau KTP. Misalnya:

  • Nama di ijazah beda ejaan dengan KTP
  • Tanggal lahir di akta dan ijazah tidak sama
  • Ijazah belum dilegalisir atau legalisir sudah lama dan diragukan

Sebelum pendaftaran dibuka, sebaiknya kamu cek semua dokumen dan urus perbaikan kalau ada ketidaksesuaian.

Baca Juga: Soal Tes Akademik TNI Cara Baca Pola Biar Lolos Tanpa Ordal!

Persyaratan Fisik: Tinggi Badan, Berat, Gigi, dan Mata

Kalau bicara persyaratan tes tni ad, bagian fisik ini yang paling sering bikin casis deg-degan. Tapi justru karena itu, kamu harus tahu detailnya.

Tinggi Badan & Berat Badan

Update 2025–2026 menunjukkan ada penyesuaian:

  • Tinggi badan minimal pria Tamtama & Bintara
    Banyak pengumuman terbaru menyebut 158 cm sebagai batas minimal (turun dari sebelumnya 163 cm).
    Beberapa dokumen resmi Bintara masih menulis 163 cm, tapi media arus utama mencatat update ke 158 cm. Artinya, kamu wajib cek pengumuman resmi jalur yang kamu incar.
  • Berat badan
    Harus seimbang dengan tinggi sesuai standar indeks massa tubuh TNI. Terlalu kurus atau obes bisa jadi alasan gugur di rikkes.

Di pendaftaran online, kalau kamu mengisi tinggi badan di bawah syarat, sistem biasanya langsung menolak dan tidak mengizinkan cetak formulir.

Kesehatan Umum & Gigi

Di rikkes, dokter militer akan memeriksa:

  • Jantung, paru, tekanan darah
  • Kulit (bekas luka, penyakit kulit kronis)
  • Tulang (skoliosis, bentuk kaki O/X, dan lain-lain)
  • Organ dalam (melalui tes laboratorium dan penunjang)

Untuk gigi, standar TNI cukup ketat:

  • Gigi berlubang harus sudah ditambal rapi
  • Gigi ompong atau kerusakan parah di luar batas toleransi bisa bikin kamu gugur kesehatan
  • Tambalan asal-asalan, karang gigi parah, atau susunan gigi yang sangat berantakan juga bisa jadi catatan negatif

Karena itu, jauh sebelum jadwal seleksi, sebaiknya kamu:

  • Cek ke dokter gigi
  • Tambal semua gigi berlubang
  • Bersihkan karang gigi
  • Rapikan sebisanya sesuai saran dokter

Mata

Untuk jalur prajurit tempur (Tamtama/Bintara/Akmil):

  • Tidak boleh berkacamata
    Visus mata harus normal tanpa alat bantu.
  • Tidak boleh buta warna, baik total maupun parsial
    Tes buta warna biasanya sederhana, tapi hasilnya menentukan.

Untuk jalur Perwira Karier/Tenaga Ahli, kadang ada toleransi minus tertentu, tapi tetap mengikuti aturan tahun berjalan. Jangan mengandalkan “katanya boleh minus segini”, tetap cek pengumuman resmi.

Persyaratan Tambahan & Nilai Plus dari Prestasi

Selain syarat utama, ada beberapa poin tambahan dalam persyaratan tes tni ad yang perlu kamu catat:

  1. Tidak sedang menjadi anggota/mantan TNI/Polri atau PNS TNI
    Khusus jalur Tamtama/Bintara PK, biasanya jelas disebut harus bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri maupun PNS TNI.
  2. Surat pernyataan bebas KKN/penyuapan
    Kamu dan orang tua/wali biasanya diminta menandatangani surat ini. Kalau kemudian terbukti melanggar, kelulusan bisa dibatalkan kapan saja.
  3. Prestasi sebagai nilai tambah
    Sertifikat/piagam prestasi minimal tingkat nasional (juara 1–3) boleh dilampirkan. Ini bukan jaminan lulus, tapi bisa jadi nilai plus di sidang pemilihan, terutama kalau persaingan nilai fisik dan psikologi ketat.

Alur Pendaftaran TNI AD: Dari Online Sampai Tes di Lapangan

Sekarang kita masuk ke alur teknis persyaratan tes tni ad, supaya kamu tidak bingung saat pendaftaran dibuka.

1. Pendaftaran Online

Semua jalur resmi TNI AD mendaftar lewat:

  • Website: rekrutmen-tni.mil.id (subdomain: ad.rekrutmen-tni.mil.id)

Langkah umumnya:

  1. Buat akun

    Menggunakan email aktif, NIK, dan data lain yang diminta.
  2. Isi data diri lengkap

    Termasuk tinggi badan, berat badan, pendidikan, alamat, dan lain-lain.
  3. Pilih jalur

    Tamtama, Bintara, atau Akmil/Perwira sesuai yang kamu incar.
  4. Sistem memverifikasi otomatis

    Kalau tinggi badan atau usia tidak memenuhi, sistem bisa langsung menolak. Kalau memenuhi, kamu bisa mencetak formulir pendaftaran.

Catatan penting:

  • Satu NIK dan satu nomor BPJS hanya bisa dipakai sekali dalam satu siklus penerimaan. Jadi jangan asal daftar banyak jalur tanpa strategi.

2. Validasi Berkas di Kodim/Korem/Kodam

Setelah cetak formulir:

  • Kamu datang ke Ajendam/Ajenrem/Kodim atau tempat yang ditentukan untuk validasi berkas asli:
    • KTP, KK, akta lahir
    • Ijazah & SKHU (dilegalisir)
    • SKCK
    • Kartu BPJS/KIS
    • Pas foto, dan dokumen lain sesuai pengumuman
  • Di sini, petugas akan cek kesesuaian data dengan persyaratan tes tni ad:
    • Usia
    • Tinggi & berat badan
    • Pendidikan
    • Status perkawinan
    • Keaslian dan kerapian dokumen

Kalau lolos validasi, kamu akan mendapat jadwal tes lanjutan: administrasi lanjutan, kesehatan, jasmani, psikologi, dan mental ideologi.

Baca Juga: Tes Psikotes TNI Wartegg dan Gambar Orang yang Diam-Diam Menyisihkan Banyak Casis!

Jenis Tes Seleksi: Administrasi, Kesehatan, Jasmani, Psikologi, Mental Ideologi

Setelah semua persyaratan tes tni ad di tahap awal terpenuhi, barulah kamu masuk ke inti seleksi.

1. Tes Administrasi

Di sini, panitia memastikan:

  • Semua dokumen lengkap dan sah
  • Data di dokumen saling cocok (nama, tanggal lahir, alamat)
  • Tidak ada manipulasi data

Banyak casis gugur di sini hanya karena:

  • Nama di ijazah beda dengan KTP
  • Akta lahir belum diperbarui
  • Legalisir ijazah tidak jelas atau sudah lama

2. Tes Kesehatan (Rikkes)

Rikkes biasanya dilakukan dua tahap (awal dan lanjutan), mencakup:

  • Pemeriksaan fisik luar (postur, kulit, bekas luka)
  • Pemeriksaan organ dalam (jantung, paru, hati, ginjal)
  • Tes laboratorium (darah, urine)
  • Pemeriksaan gigi, mata, telinga, dan lain-lain

Di sinilah banyak hal “kecil” yang selama ini kamu abaikan bisa muncul: gigi rusak, mata minus ringan, skoliosis ringan, dan sebagainya.

3. Tes Jasmani (Kesamaptaan)

Umumnya meliputi:

  • Lari 12 menit
  • Pull-up (untuk pria)
  • Sit-up
  • Push-up
  • Shuttle run
  • Kadang ada renang dan tes postur/kelenturan

Nilai jasmani ini sangat berpengaruh di sidang akhir. Jadi, jangan tunggu pengumuman baru latihan; minimal 3–6 bulan sebelumnya kamu sudah rutin:

  • Lari 3–5 km
  • Latihan pull-up, push-up, sit-up harian
  • Latihan interval untuk meningkatkan VO2 max

4. Tes Psikologi & Mental Ideologi

Ini bagian yang sering diremehkan, padahal termasuk inti dari persyaratan tes tni ad. Di sini kamu akan menghadapi:

  • Tes kecerdasan umum
  • Tes kepribadian
  • Tes konsistensi emosi
  • Tes mental ideologi (wawasan kebangsaan, sikap terhadap Pancasila, NKRI, UUD 1945)

Biasanya ada juga wawancara yang menggali:

  • Motivasi masuk TNI
  • Riwayat keluarga
  • Sikap terhadap isu SARA, radikalisme, dan konflik sosial
  • Kegiatan organisasi yang pernah diikuti

Sikap tubuh, cara bicara, dan konsistensi jawaban akan sangat diperhatikan.

Jenis Tes Seleksi: Administrasi, Kesehatan, Jasmani, Psikologi, Mental Ideologi

“Cheat Sheet” Senior: Pola Psikotes Gambar (Wartegg & Draw A Person)

Sekarang kita masuk ke bagian yang sering bikin casis bingung: psikotes gambar. Ini memang bukan tertulis eksplisit di daftar persyaratan tes tni ad, tapi jadi bagian penting dalam tes psikologi. Dua yang paling sering muncul:

  • Wartegg Test
  • Draw A Person (DAP) / Gambar Orang

Banyak yang menganggap ini cuma “tes gambar biasa”, padahal psikolog militer membaca pola kepribadian, kestabilan emosi, dan kematangan mental dari sini.

Filosofi Tarikan Garis: Tegas vs Ragu-ragu

Hal pertama yang dilihat bukan “bagus atau jelek gambarnya”, tapi:

  • Tarikan garis tegas
    Menunjukkan keyakinan, ketegasan, dan keberanian mengambil keputusan.
    Garis tidak terlalu ditekan berlebihan, tapi juga tidak putus-putus.
  • Tarikan garis ragu-ragu
    Banyak goresan kecil, diulang-ulang di tempat yang sama.
    Menandakan keraguan, kecemasan, atau ketidakpastian.

Tips praktis:
Saat menggambar, tarik garis sekali dengan mantap. Hindari menghapus berulang-ulang. Kalau salah sedikit, lanjutkan dengan rapi. Jangan terlalu banyak shading gelap yang tidak perlu, karena bisa terbaca sebagai ketegangan atau kecemasan.

Wartegg: Penempatan Gambar & Pola yang Disukai

Di Wartegg, kamu akan diberi 8 kotak kecil dengan stimulus berbeda (titik, garis lengkung, garis lurus, dan lain-lain). Tugasmu: melanjutkan menjadi gambar utuh.

Beberapa prinsip yang biasanya disukai:

  1. Isi semua kotak

    Mengosongkan kotak memberi kesan pasif atau menghindar.
  2. Gambar yang fungsional dan positif

    Misalnya:

    – Garis lengkung → bisa jadi wajah tersenyum, awan, atau bentuk dinamis lain.

    – Titik → bisa jadi pusat matahari, bola, atau objek yang jelas.

    Hindari gambar yang terlalu gelap, agresif berlebihan, atau bernuansa kekerasan tanpa konteks.
  3. Proporsi wajar

    Jangan terlalu kecil di pojok atau terlalu besar sampai keluar kotak. Ini mencerminkan kontrol diri dan kemampuan mengatur ruang.
  4. Konsistensi gaya

    Kalau di satu kotak kamu rapi dan di kotak lain berantakan, psikolog bisa membaca ketidakstabilan.

Draw A Person (Gambar Orang)

Di tes ini, kamu diminta menggambar orang (kadang dua orang: laki-laki dan perempuan). Yang dibaca bukan “keren atau tidak”, tapi:

  1. Proporsi tubuh
    Kepala, badan, tangan, kaki seimbang.
    Hindari kepala terlalu besar atau tubuh terlalu kecil (bisa terbaca sebagai ketidakseimbangan ego).
  2. Detail yang wajar
    Mata, hidung, mulut, telinga, rambut, pakaian.
    Jangan menggambar sosok yang terlalu abstrak atau seperti kartun ekstrem.
  3. Posisi tubuh
    Posisi berdiri tegak, pandangan ke depan, tangan tidak disembunyikan di belakang terus-menerus.
    Ini memberi kesan terbuka, siap, dan percaya diri.
  4. Ekspresi
    Wajah netral atau sedikit tersenyum wajar lebih aman daripada ekspresi murung atau marah.

Trik pengerjaan cepat:

  • Tentukan dulu kerangka kasar (kepala–badan–tangan–kaki) dalam 10–15 detik.
  • Baru tambahkan detail secukupnya (mata, mulut, pakaian).
  • Jangan habiskan waktu terlalu lama di satu gambar sampai mengorbankan soal lain.

Latihan pola-pola gambar seperti ini bisa kamu lakukan mandiri di rumah. Banyak bank soal yang menyajikan contoh Wartegg dan DAP ala seleksi militer; salah satunya bisa kamu temukan di materi latihan seperti yang disusun oleh platform “Jadi Prajurit”, kalau kamu ingin mengasah feeling dan kecepatan sebelum hari H.

Contoh Persyaratan Spesifik: Tamtama PK TNI AD 2026

Supaya gambaranmu makin konkret, kita rangkum contoh persyaratan tes tni ad khusus untuk Tamtama PK TNI AD 2026 berdasarkan berbagai pengumuman dan berita:

  1. Pendaftaran
    • Dilakukan online via ad.rekrutmen-tni.mil.id
    • Tidak dipungut biaya (resmi bebas pungli/calo)
  2. Syarat umum
    • WNI, beriman dan bertakwa, setia NKRI & UUD 1945
    • Usia 17 tahun 10 bulan – 24 tahun pada saat pembukaan pendidikan (sekitar 21–26 Maret 2026)
    • Pendidikan minimal SMP/sederajat, diutamakan SMA/SMK/MA
    • Tinggi badan minimal 158 cm, berat badan seimbang
    • Tidak memiliki catatan kriminal
    • Sehat jasmani dan rohani
    • Tidak bertato/tindik (kecuali adat dengan surat resmi)
    • Tidak berkacamata, tidak buta warna
    • Memiliki BPJS/KIS aktif
    • Belum menikah dan sanggup tidak menikah selama pendidikan dan beberapa tahun setelahnya (sesuai ketentuan panitia)
  3. Tes yang dihadapi
    • Administrasi
    • Kesehatan (rikkes)
    • Jasmani (kesamaptaan)
    • Psikologi
    • Mental ideologi
  4. Catatan khusus
    • Peserta seleksi Bintara tidak boleh “nyebrang” daftar Tamtama pada gelombang yang sama, dan sebaliknya (aturan silang biasanya dijelaskan di pengumuman).
    • Semua proses resmi gratis. Kalau ada yang mengaku bisa “meloloskan” dengan bayaran, itu indikasi kuat penipuan.

Di titik ini, kamu sudah melihat bahwa persyaratan tes tni ad bukan sekadar “bawa fotokopi KTP dan siap lari”. Ada banyak detail yang harus kamu siapkan jauh-jauh hari: dokumen, fisik, kesehatan, sampai mental.

Kalau kamu sudah membaca sampai sini, artinya kamu termasuk sedikit casis yang benar-benar serius menyiapkan diri, bukan cuma ikut-ikutan.

Tinggal kamu lanjutkan dengan aksi nyata: rapikan administrasi, cek kesehatan (terutama gigi dan mata), susun program latihan fisik, dan mulai membiasakan diri dengan pola psikotes, termasuk tes gambar seperti Wartegg dan Draw A Person.

Jangan tunggu pengumuman baru panik; justru yang mulai lebih awal biasanya yang terlihat paling siap di mata panitia.

Sumber Referensi
  • METROTVNEWS.COM – TNI AD Buka Rekrutmen Tamtama 2026, Cek Syarat dan Tahapan Lengkapnya
  • DETIK.COM – Rekrutmen Tamtama TNI AD 2026: Jadwal, Syarat dan Lokasi Pendaftaran
  • AD.REKRUTMEN-TNI.MIL.ID – Persyaratan Bintara AD
  • AD.REKRUTMEN-TNI.MIL.ID – Pengumuman Tamtama AD
  • MEDIAINDONESIA.COM – Kapan Jadwal Rekrutmen TNI AD 2026 Dibuka? Berikut Syarat, Tahapan, Cara Daftarnya
  • KELINGAN.ID – Cara Daftar Rekrutmen TNI AD 2026, Cek Jadwal dan Persyaratannya di Sini
  • BLOG.UMSU.AC.ID – Pendaftaran Tamtama TNI AD 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Tahapannya
  • JADIPRAJURIT.ID – Persyaratan Daftar TNI AD 2026

Program Premium Jadi Prajurit 2025

🚨MAU LOLOS TNI 2025?🚨Bisa Lolos TNI 2025 Hanya di Sini Aja Aplikasi JadiPrajurit Bimbel Tes Psikologi, Akademik & Litpers.

Program Siap Lolos PA PK TNI 2025
Program Siap Lolos PA PK TNI 2025
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiPRAJURIT: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELTNI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiPrajurit karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal TNI 2025!!!

  • Dapatkan ribuan soal TNI 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi TNI 2025 (Update)
  • Ratusan Latsol TNI 2025 (Update)
  • Puluhan paket Simulasi Tes TNI
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Mau berlatih Soal-soal TNI 2025? Ayoo segera Masuk Grup Latihan Soal-soal TNI 2025 Sekarang juga!!

Still need help?

Do consectetur proident proident id eiusmod deserunt consequat pariatur ad ex velit do Lorem reprehenderit.