Berapa push up tes TNI – adalah salah satu pertanyaan paling sering muncul di kepala calon prajurit yang lagi siap-siap daftar TNI. Wajar, karena di seleksi penerimaan TNI sekarang, tes kesegaran jasmani (Garjas) jadi salah satu penentu utama kamu lanjut atau gugur. Banyak yang rajin lari, tapi tumbang di push-up karena salah teknik, salah strategi, atau bahkan salah paham soal standar minimal yang diminta.
Di tes TNI, push-up bukan sekadar “bisa atau tidak”, tapi dihitung ketat: waktunya dibatasi, tekniknya diawasi, dan jumlah repetisi kamu dikonversi jadi nilai. Kalau kamu asal latihan tanpa tahu target, kamu bisa capek tiap hari tapi tetap tidak tembus standar. Di sinilah pentingnya paham dulu: sebenarnya berapa push up tes tni yang harus kamu capai, bagaimana cara penilaiannya, dan gimana cara latihannya supaya aman, efektif, dan siap tempur di hari H.
Di artikel ini, kita bahas tuntas: standar jumlah push-up untuk pria dan wanita, cara penilaian di Garjas TNI, teknik yang benar, sampai pola latihan mingguan yang bisa kamu pakai langsung. Anggap saja ini “cheat sheet fisik” dari senior buat kamu yang serius mau jadi prajurit.
Standar Resmi: Sebenarnya Berapa Push Up Tes TNI untuk Lolos?

Sebelum ngomong soal trik dan latihan, kamu wajib pegang dulu angka patokannya. Kalau kamu masih bertanya-tanya berapa push up tes tni yang harus dicapai, rangkumannya begini berdasarkan berbagai sumber yang sering dipakai casis buat acuan.
Gambaran Umum Standar Push-Up Tes TNI
Dari beberapa sumber yang membahas tes fisik TNI, ada konsensus yang cukup jelas:
- Untuk pria, standar minimal berkisar:
- Minimal sekitar 35 kali dalam 1 menit (beberapa sumber resmi dan media).
- Ada yang menyebut rentang 35–40 kali, bahkan 35–45 kali sebagai patokan aman.
- Untuk wanita, standar minimal berkisar:
- Sekitar 30 kali dalam 1 menit.
- Rentang aman sekitar 30–35 kali.
Artinya, kalau kamu masih di angka 15–20 kali per menit, itu baru setengah jalan. Target realistis kalau mau aman di seleksi:
- Pria: usahakan tembus minimal 40 kali.
- Wanita: usahakan tembus minimal 35 kali.
Kenapa harus di atas minimal? Karena:
- Standar bisa sedikit berbeda antar gelombang, matra, atau satuan.
- Nilai kamu tidak hanya dibandingkan standar, tapi juga bersaing dengan casis lain.
- Push-up cuma satu dari beberapa item Garjas. Kalau di push-up kamu pas-pasan, kamu harus sangat kuat di item lain untuk menutup nilai.
Jadi, saat kamu mikir berapa push up tes tni yang aman, jawabannya: jangan puas di batas minimal. Mainnya di zona “aman plus”.
Bedanya Standar Pria dan Wanita
Biar lebih jelas, kita pisah:
Pria:
- Minimal umum: 35 kali/menit.
- Rentang yang sering disebut: 35–40 kali, ada yang sampai 35–45 kali.
- Untuk nilai bagus: targetkan 40–45 kali dalam 1 menit dengan teknik benar.
Wanita:
- Minimal umum: 30 kali/menit.
- Rentang aman: 30–35 kali.
- Untuk nilai bagus: targetkan 35 kali atau lebih dalam 1 menit.
Kalau kamu sekarang masih di bawah angka-angka ini, jangan panik. Yang penting kamu tahu dulu berapa push up tes tni yang harus dikejar, baru nanti kita susun strategi latihannya.
Teknik Push-Up Garjas TNI dan Strategi Latihannya
Banyak casis merasa, “Yang penting kuat banyak, selesai.” Sayangnya, di lapangan tidak sesederhana itu. Penguji TNI tidak hanya menghitung jumlah, tapi juga menilai kualitas gerakan. Salah teknik, gerakan tidak sempurna, atau curang sedikit saja, bisa bikin hitungan kamu tidak diakui.
Posisi dan Teknik Push-Up Versi Tes TNI
Secara umum, teknik push-up di tes TNI diatur seperti ini:
- Untuk pria:
- Tumpuan di ujung kaki dan telapak tangan.
- Badan lurus dari kepala sampai tumit (tidak boleh melengkung berlebihan).
- Saat turun, dada mendekati lantai (tidak harus menyentuh, tapi turun cukup dalam).
- Saat naik, tangan harus lurus penuh (full extension). Kalau setengah, sering tidak dihitung.
- Untuk wanita:
- Tumpuan di lutut dan telapak tangan.
- Paha dan badan membentuk garis lurus, bukan pantat terlalu naik.
- Gerakan naik-turun tetap sama: turun cukup dalam, naik sampai tangan lurus.
Untuk keduanya:
- Badan tidak boleh menyentuh lantai selama gerakan.
- Gerakan harus ritmis, tidak asal cepat tapi acak-acakan.
- Penguji biasanya berdiri di samping atau depan, mengawasi sudut gerakan dan ritme.
Kalau kamu latihan di rumah dengan teknik asal-asalan, lalu di tes resmi kamu “dipaksa” pakai teknik benar, jumlah push-up kamu bisa langsung turun drastis. Inilah kenapa, ketika kamu bertanya berapa push up tes tni, kamu juga harus bertanya: “Dengan teknik TNI, saya kuat berapa kali?”
Push-Up Sebagai Bagian dari Garjas B4
Push-up bukan berdiri sendiri. Di TNI AD, khususnya untuk tes kesegaran jasmani, push-up masuk ke dalam Garjas B4. Paket ini biasanya berisi:
- Pull-up / chinning
- Sit-up
- Lunges
- Push-up
- Shuttle run
Masing-masing dilakukan dalam 1 menit per gerakan. Jadi, kamu tidak hanya butuh kekuatan, tapi juga daya tahan dan manajemen energi. Sebelum push-up, otot kamu sudah dipakai di item lain; setelah push-up, kamu masih harus lanjut lagi.
Selain itu, Garjas B ini berdiri di samping Garjas A, yaitu lari 12 menit. Nilai akhir kamu adalah kombinasi dari semua item ini.
Jadi, ketika kamu fokus ke berapa push up tes tni, jangan lupa: push-up hanyalah satu bagian dari puzzle besar yang bernama Garjas. Tapi kalau satu bagian ini jeblok, nilai total kamu ikut ketarik turun.
Cara Penilaian: Bukan Cuma Hitung Kasar
Nilai push-up kamu tidak dinilai asal “banyak = bagus”. Ada beberapa faktor yang dipertimbangkan:
- Jumlah repetisi dalam 1 menit.
- Jenis kelamin (pria/wanita punya tabel nilai berbeda).
- Usia (kelompok umur punya standar nilai sendiri).
- Tinggi dan berat badan (proporsi tubuh bisa memengaruhi penilaian keseluruhan Garjas).
Di beberapa kalkulator resmi jasmani TNI, kamu bisa memasukkan data:
- Umur
- Jenis kelamin
- Tinggi badan
- Berat badan
- Jumlah push-up, sit-up, pull-up, dan hasil lari
Lalu keluar nilai akhir. Dari sini kelihatan, berapa push up tes tni yang kamu lakukan akan dikonversi ke skor tertentu. Makin tinggi jumlahnya, makin besar peluang kamu dapat nilai maksimal di item ini.
Baca Juga : Tes Kesehatan Tamtama TNI: Rikkes Tahap I dan II Mutlak
Strategi Latihan: Dari Nol Sampai Tembus Standar Push-Up TNI
Sekarang kita masuk ke bagian yang paling penting buat kamu: bagaimana cara latihan supaya bisa tembus standar berapa push up tes tni yang dibutuhkan. Di sini kita bahas pola latihan yang bisa kamu pakai langsung, plus trik kecil ala “senior” supaya kamu tidak kehabisan tenaga di tengah jalan.
Ukur Dulu: Posisi Kamu Sekarang di Angka Berapa?
Sebelum latihan serius, lakukan tes sederhana:
- Lakukan push-up dengan teknik TNI (bukan gaya bebas).
- Setel timer 1 menit.
- Hitung berapa kali kamu bisa naik-turun dengan gerakan sempurna.
Catat hasilnya. Misalnya:
- Pria: 18 kali/menit.
- Wanita: 12 kali/menit.
Bandingkan dengan target:
- Pria: minimal 35, ideal 40–45.
- Wanita: minimal 30, ideal 35+.
Dari sini, kamu bisa tahu gap-nya. Misalnya:
- Pria 18 → target 40: butuh naik 22 repetisi.
- Wanita 12 → target 35: butuh naik 23 repetisi.
Kalau kamu masih jauh dari target, jangan minder. Justru ini bagus, karena kamu sudah tahu posisi awal dan bisa menyusun strategi.
Prinsip Latihan: Bukan Asal Tiap Hari Push-Up Sampai Lemas
Banyak casis latihan push-up tiap hari “sekuatnya”, tanpa pola. Hasilnya:
- Otot cepat overuse.
- Cedera pergelangan tangan atau bahu.
- Mental drop karena merasa tidak ada peningkatan.
Supaya aman dan efektif, pegang prinsip ini:
1. Progressive overload
Tambah beban latihan secara bertahap: bisa dari jumlah repetisi, jumlah set, atau durasi.
2. Recovery cukup
Otot butuh istirahat untuk tumbuh. Latihan push-up berat tiap hari tanpa jeda justru menghambat perkembangan.
3. Teknik nomor satu
Lebih baik 25 kali dengan teknik benar daripada 40 kali tapi setengah-setengah yang nanti tidak dihitung penguji.
4. Spesifik ke tes
Karena tesnya 1 menit, kamu harus sering latihan dalam format 1 menit juga, bukan hanya “sekuatnya sampai capek”.
Contoh Pola Latihan 4 Minggu Menuju Standar Push-Up TNI
Ini contoh pola latihan yang bisa kamu adaptasi. Anggap kamu punya waktu minimal 4 minggu intensif.
Minggu 1: Bangun dasar kekuatan
- Latihan 3–4 kali seminggu.
- Set:
- 5 set push-up, masing-masing 50–60% dari kemampuan maksimal kamu.
- Misal maksimal 20 kali → 5 set x 10–12 kali.
- Istirahat antar set: 60–90 detik.
- Fokus: teknik sempurna, badan lurus, tangan full extension.
Minggu 2: Naikkan volume
- Latihan 4 kali seminggu.
- Set:
- 5–6 set push-up, masing-masing 60–70% dari maksimal.
- Tambah 1 sesi “simulasi tes”:
- 1 menit push-up all out, hitung hasilnya.
- Catat progres. Bandingkan dengan minggu 1.
Minggu 3: Spesifik ke tes 1 menit
- Latihan 4–5 kali seminggu.
- 2–3 sesi fokus:
- 3–4 set push-up 1 menit, dengan target ritme stabil (misal 1 detik turun, 1 detik naik).
- 2 sesi lain:
- Latihan kekuatan: 4–5 set x 70–80% maksimal.
- Di sini kamu mulai mendekati angka berapa push up tes tni yang jadi target.
Minggu 4: Pemantapan dan simulasi
- Latihan 3–4 kali seminggu (kurangi sedikit volume, jaga kualitas).
- 2–3 kali simulasi:
- 1 menit push-up all out, seolah-olah tes resmi.
- Fokus:
- Ritme napas.
- Teknik tetap rapi walau capek.
- Mental: jangan berhenti di tengah.
Dengan pola seperti ini, peningkatan 10–20 repetisi dalam 4 minggu itu sangat mungkin, terutama kalau kamu sebelumnya belum pernah latihan terstruktur.
Di tengah perjalanan latihan seperti ini, banyak casis mulai cari bahan latihan lain seperti bank soal psikotes atau materi litpers. Di situ biasanya mereka sekalian ambil paket latihan fisik dan mental dari platform seperti Jadi Prajurit untuk menggabungkan latihan jasmani dan psikologi dalam satu alur persiapan.
Teknik Kunci: Cara “Ngakalin” 1 Menit Supaya Output Maksimal
Sekarang kita bahas trik teknis yang sering dipakai casis berpengalaman saat menghadapi tes push-up 1 menit. Ini bukan curang, tapi manajemen tenaga.
Atur Ritme, Jangan Ngamuk di 20 Detik Pertama
Kesalahan klasik:
- 20 detik pertama: ngebut, bisa 20–25 kali.
- 40 detik terakhir: bahu kebakar, tangan gemetar, gerakan jadi jelek, banyak yang tidak dihitung.
Solusinya:
Bagi 1 menit menjadi beberapa bagian:
- Detik 0–20:
Ritme cepat tapi terkontrol. Misal 1 push-up per 1–1,2 detik. - Detik 20–40:
Turunkan sedikit ritme, jaga napas, jangan sampai form hancur. - Detik 40–60:
Sisa tenaga dikeluarkan. Di sini kamu boleh sedikit memaksa, tapi tetap jaga teknik.
Kamu bisa latihan dengan hitungan sendiri:
- Misal target 40 kali/menit → rata-rata 1 push-up per 1,5 detik.
- Latih ritme ini dengan bantuan metronom atau hitungan teman.
Napas: Kecil Tapi Rutin
Banyak yang tahan napas saat push-up, akibatnya:
- Cepat pusing.
- Otot cepat asam laktat, jadi panas dan berat.
Latih pola napas:
- Turun: tarik napas pendek.
- Naik: buang napas pendek.
Tidak perlu napas panjang, yang penting ritmis dan tidak tertahan.
Jaga Badan Tetap Lurus
Penguji sering membatalkan hitungan kalau:
- Pantat terlalu naik.
- Pinggang turun sampai hampir menyentuh lantai.
- Gerakan hanya setengah (tidak full range).
Latih di rumah dengan:
- Rekam video dari samping.
- Minta teman mengoreksi.
- Latih di depan kaca kalau memungkinkan.
Ingat, berapa push up tes tni yang dihitung bukan hanya yang kamu lakukan, tapi yang diakui penguji.
Kombinasi Latihan: Push-Up Saja Tidak Cukup
Kalau kamu mau benar-benar siap Garjas, jangan hanya latihan push-up. Ingat, push-up adalah bagian dari Garjas B4, dan Garjas sendiri berdiri di samping lari 12 menit (Garjas A).
Latihan Pendukung Push-Up
Untuk meningkatkan performa push-up, kamu bisa tambahkan:
- Plank
Melatih core supaya badan tetap stabil saat push-up. - Dips (kalau ada alat)
Menguatkan triceps dan bahu. - Shoulder tap push-up (versi ringan)
Melatih stabilitas bahu dan core.
Latihan ini membantu kamu tidak cepat goyah saat sudah masuk detik ke-40 ke atas.
Sinkron dengan Sit-Up, Pull-Up, dan Lari
Di tes TNI, kamu juga akan menghadapi:
- Sit-up (minimal sekitar 35 pria / 30 wanita per menit).
- Pull-up/chinning.
- Lunges.
- Shuttle run.
- Lari 12 menit.
Artinya, jadwal latihan mingguan kamu idealnya mencakup:
- 2–3 kali latihan lari (interval + lari jarak).
- 3–4 kali latihan kekuatan (push-up, sit-up, pull-up).
- 1 hari istirahat total.
Dengan pola ini, kamu tidak hanya siap menjawab berapa push up tes tni dengan percaya diri, tapi juga siap di semua item Garjas.
Mental Game: Biar Tidak Drop di Depan Penguji

Banyak casis yang di latihan bisa 40 kali, tapi di hari H cuma keluar 28–30 kali. Bukan karena fisiknya turun, tapi karena mental dan tekanan situasi.
Biasakan Simulasi Mirip Tes Asli
Saat latihan:
- Pakai timer 1 menit.
- Minta teman menghitung dan mengawasi teknik.
- Latih di tempat terbuka, bukan hanya di kamar.
Semakin sering kamu mensimulasikan suasana tes, semakin kecil kemungkinan kamu kaget di hari H.
Fokus ke Ritme, Bukan ke Penguji
Di lapangan, akan ada:
- Teriakan instruktur.
- Casis lain yang sudah kelelahan.
- Suasana tegang.
Kuncinya: fokus ke ritme gerakan dan napas kamu sendiri. Anggap penguji hanya “background noise”. Kamu sudah latihan ritme ini berkali-kali, tinggal jalankan ulang.
Jangan Panik Kalau Tiba-Tiba Macet
Kadang di detik ke-30–40, otot terasa “ngunci”. Kalau ini terjadi:
- Jangan langsung berhenti total.
- Turunkan sedikit ritme, ambil 2–3 napas lebih dalam sambil tetap gerak pelan.
- Setelah itu, gas lagi di 10–15 detik terakhir.
Lebih baik ritme sedikit melambat tapi tetap jalan, daripada berhenti total dan mental runtuh.
Pada akhirnya, pertanyaan berapa push up tes tni tidak cukup dijawab dengan satu angka. Kamu perlu tahu:
- Standar minimal (35 pria, 30 wanita).
- Target aman (40–45 pria, 35+ wanita).
- Teknik yang diakui penguji.
- Pola latihan yang terstruktur.
- Mental yang siap menghadapi tekanan tes.
Kalau kamu mulai latihan dari sekarang, disiplin, dan tidak asal gerak, angka yang tadinya terasa mustahil akan pelan-pelan jadi biasa. Ingat, ribuan prajurit yang sekarang aktif juga pernah mulai dari angka kecil. Bedanya, mereka konsisten sampai tembus.
Jadi, jangan berhenti di level “penasaran berapa push up tes tni”. Ubah rasa penasaran itu jadi aksi nyata: ukur kemampuanmu hari ini, susun target mingguan, dan paksa dirimu naik sedikit demi sedikit. Setiap repetisi yang kamu lakukan sekarang adalah investasi buat satu momen penting: saat penguji TNI menghitung, dan kamu tahu dalam hati, “Saya sudah siap.”
Sumber Referensi
- JADIPRAJURIT.ID – Berapa Kali Push Up Tes TNI? Ini Standar Minimal dan Tips Latihannya
- DETIK.COM – 10 Syarat Fisik Masuk TNI yang Harus Dipersiapkan
- SMADWIWARNA.SCH.ID – Latihan Fisik untuk Masuk TNI
- TACTICALINPOLICE.COM – Kalkulator Tes Kesegaran Jasmani TNI
- PUSHUBAD.TNI-AD.MIL.ID – Ukur Kemampuan Prajurit, Pushubad Gelar Kesemaptaan Jasmani Periodik I 2025
- TNIAD.MIL.ID – 1. TABEL NILAI TES KESEGARAN JASMANI
Program Premium Jadi Prajurit 2025
🚨MAU LOLOS TNI 2025?🚨Bisa Lolos TNI 2025 Hanya di Sini Aja Aplikasi JadiPrajurit Bimbel Tes Psikologi, Akademik & Litpers.


📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiPRAJURIT: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELTNI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiPrajurit karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal TNI 2025!!!
- Dapatkan ribuan soal TNI 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi TNI 2025 (Update)
- Ratusan Latsol TNI 2025 (Update)
- Puluhan paket Simulasi Tes TNI
- dan masih banyak lagi yang lainnya